Nasihat Soros untuk Jakarta |
GEORGE Soros, 68 tahun, rupanya tidak pelit dalam memberi nasihat. Tokoh pengelola megadana kelas dunia ini dengan senang hati menjawab pertanyaan TEMPO ketika diminta pendapatnya tentang perekonomian Indonesia. Alumni London School of Economics yang mendapat gelar doktor kehormatan dari berbagai universitas terkemuka dunia ini, termasuk Oxford University, ditemui usai acara peluncuran bukunya yang terbaru, The Crisis of Global Capitalism, di Washington D.C., Kamis pekan lalu. Berikut petikan wawancara singkat dengan penyandang dana berbagai gerakan internasional untuk ''masyarakat terbuka" ini.
Apa pendapat Anda tentang keadaan di Indonesia?
Saya menaruh simpati yang dalam bagi Indonesia. Menurut Anda, Indonesia sebaiknya memberlakukan capital control?
Terlambat. Sekarang sudah tak ada lagi modal untuk dikendalikan. Jadi tidak akan ada gunanya.
Jadi apa nasihat Anda agar Indonesia dapat mengatasi krisis saat ini?
Masalah utang harus diselesaikan. Sebagian besar utang harus diubah menjadi ekuiti karena kebanyakan perusahaan di Indonesia secara teknis sudah bangkrut. Tapi nilai ekuiti itu sekarang sudah jatuh, lantas siapa yang harus menanggung beban kerugian jatuhnya nilai ekuiti itu?
Menurut saya pihak pemberi utang luar negeri yang harus menanggung kerugian terbesar dari jatuhnya nilai ekuiti ini. Memang untuk mencapai kesepakatan seperti ini perlu waktu lama. Indonesia memang perlu waktu lama untuk keluar dari krisis ini. Selama satu dekade, seperti ketika Amerika Latin mengalami masa ''dasawarsa yang hilang" tahun 1980-an?
Yah, saya kira seperti itu....
|