|
Berita resmi, 15 orang meregang nyawa, akibat tragedi Semanggi yang terlalu mahal. Jangankan 15, satu nyawa pun terlalu mahal. Nyawa mereka memang tidak sia-sia. Tapi, coba saja kalau anggota MPR tidak terlalu "penakut" seperti sekarang (tidak termasuk Fraksi PP). Kalau saja anggota MPR berani menyuarakan aspirasi rakyat untuk mengadili Soeharto dan mencabut dwifungsi ABRI, mungkin tak akan terjadi demo, tak ada nyawa melayang.
Jadi, logikanya, massa ini bergerak karena MPR kurang akomodatif. Jadi, logikanya lagi, massa ini bukan digerakkan oleh Ali Sadikin dan kawan-kawan, tapi oleh anggota MPR yang "penakut" tadi. Tapi yang ditangkap kok Ali Sadikin dan kawan kawan, bukan "penggerak" massa yang sebenarnya, yaitu anggota MPR.
Lagi pula, kalau memang memaksakan kehendak itu sebuah dosa, SI MPR ini sudah melakukan pemaksaan kehendak. Kan, kehendak rakyat tak begitu?
Rakyat dianggap berdosa kalau memaksakan kehendaknya, tapi sepertinya pemerintah leluasa sekali memaksakan kehendaknya. "Apa tumon?" Mohon surat ini jangan diartikan saya mau makar. Tabik!
Harry Roesli
Jalan Supratman 59
Bandung
|