|
CARUT-MARUT di tubuh Golkar kini makin tampak jelas karena kini organisasi besar itu terbelah dua. Rupanya, inisiatif ketua umumnya, Akbar Tandjung, yang memproklamasikan Golkar sebagai sebuah partai politik, pada saat ulang tahunnya tanggal 20 Oktober lalu, menimbulkan kecaman dari anggota lain yang tergabung dalam Kino (Kelompok Induk Organisasi) Golkar. Untuk itulah, hampir 200 anggota Kino Golkar menggelar diskusi panel hari Senin dan Selasa ini.
Menurut Bambang Warih Kusuma, salah satu pembicara, diskusi itu diadakan karena Golkar, yang semula merupakan sekretariat bersama hampir 300 LSM, telah diperalat menjadi mesin politik yang otoriter. Karena itu, para eksponenantara lain Try Sutrisno, Edi Sudradjat, dan Sudharmonomenginginkan agar Golkar dikembalikan pada fungsinya semula yang dibentuk tahun 1964 sebagai sekretariat bersama golongan fungsional. Sebagai organisasi massa, Sekber Golkar ini tak akan menyentuh soal politik. Para peserta sarasehan itu juga tak akan malu-malu meminta maaf kepada masyarakat atas segala perbuatan Golkar selama ini, sebuah hal yang dihindari oleh Akbar Tandjung.
|