Kerusuhan Ketapang Direkayasa? |
Peristiwa Ketapang sudah berlalu lebih dari seminggu. Sebagian dari 22 gereja dan 5 sekolah Kristen yang dirusak dan dibakar sudah mulai diperbaiki. Pendapat yang berkembang di masyarakat adalah peristiwa itu boleh jadi ada unsur rekayasa. ''Tidak betul itu perang antaragama dan suku, kafir dan muslim,'' tegas Al Habib Muhammad Rizieq Syihab, ketua Front Pembela Islam, yang berada di tengah massa untuk mencegah meluasnya kerusuhan.
Memang, insiden pada Minggu dua pekan lalu itu bukan berasal dari urusan agama. Ini terjadi karena rebutan lahan parkir antara warga setempat dan premankebanyakan Ambonyang menjaga sebuah tempat bola tangkas di sekitar itu yang kemudian berbelok menjadi kerusuhan berbau SARA.
Menurut Romo Sonny Wengkang dari Gereja Bunda Hati Kudus, beberapa saksi mata melihat para provokator bersepeda motor dari daerah lain yang memanas-manasi massa agar membakar gereja. Demikian pula Rizieq. Ketika bersama jemaahnya tengah berjaga dari serangan warga Ambon itu, ia juga melihat datangnya massa secara tiba-tiba dari daerah lain yang sulit dikendalikan. Bagi Sekretaris Umum PGI, Pdt. J.M. Pattiasina, kerusuhan Ketapang adalah rekayasa politik yang tak dapat dilepaskan dari kasus pembakaran gereja lain dengan modus operandi yang sama, seperti di Tasikmalaya dan Rengasdengklok.
Sementara pertanyaan masih menggantung, aparat tampak bergerak lamban. Menurut Romo Sonny, sampai kini pihak berwajib belum mengusut ke gerejanya, meski Kadispen Polda Metro Jaya, Letkol Edward Aritonang, mengatakan bahwa pihaknya telah menahan 180 orang preman, perusuh, dan penjarah.
|