|
JARANG terjadi seseorang yang akan menjalani pemeriksaan di kantor polisi diiringi oleh puluhan orang. Tapi inilah yang terjadi pada pengacara yang kerap membantu aktivis prodemokrasi, Trimoelja D. Soerjadi, ketika Jumat lalu diperiksa di Polda Jawa Timur. Kedatangannya diiringi oleh 60 pengacara, aktifis LSM, dan mahasiswa yang meneriakkan yel-yel. "Kalau Polda meneruskan perkara ini, kami akan datang lebih banyak lagi," teriak mereka.
Trimoelja diperiksa sebagai tersangka dalam kasus penghinaan terhadap penguasa. Mantan ketua Ikadin itu diadukan oleh Pangdam Brawijaya, Mayjen Djoko Subroto, karena dalam seminar "Santet Banyuwangi" tanggal 5 November lalu, Trimoelja mengatakan bahwa Angkatan Darat adalah biang kerok malapetaka yang terjadi di Indonesia. Pembunuhan "tukang santet" di Banyuwangi, ujarnya, adalah bagian dari rencana besar agar dwifungsi ABRI tak dicabut. Apa tindakan Trimoelja? "Ya, akan saya lakoni saja," ujar advokat yang tahun 1996 lalu sempat dituduh sebagai donatur PRD ketika membela aktivis prodemokrasi itu.
|