Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 09/XXIIIIIII/01 - 7 Desember 1998
   
Kritik

Kalau Mega Laki-laki

Kalau saja Megawati seorang laki-laki, menurut keyakinan saya, penolakan sebagian kalangan terhadap pencalonan dirinya sebagai pemimpin nasional tetap akan terjadi. Ada beberapa alasan.

Pertama, figur Megawati masih diselimuti sisi remang-remang, terutama yang berhubungan dengan data demografis, khususnya agama, latar belakang pendidikan formal, dan sebagainya.

Kedua, keberpihakan Mega terhadap gerakan reformasi diragukan. Ketika sebagian besar mahasiswa berunjuk rasa menuntut Soeharto turun, Mega dan PDI-nya cuma diam. Bahkan, setelah Soeharto tumbang dan sebagian masyarakat menuntut Soeharto diadili, Mega justru "mengimbau" agar masyarakat tidak menghujat.

Ketiga, Mega sebagai calon pemimpin nasional tidak pernah menelurkan karya intelektualnya, misalnya berupa karya tulis. Bahkan, pidato-pidato Mega selama ini tidak memberikan kesan intelektual sebagaimana bila kita simak pidato-pidato Bung Karno.

Keempat, Megawati bukanlah seorang "tokoh" yang independen. Ia selalu meminta advis dari Gus Dur (dan sebagainya) sebelum memutuskan sesuatu.

Tidak bisa dimungkiri, Megawati adalah sebuah fenomena di dunia politik Indonesia. Namun, lebih tepatnya, Megawati hanyalah sebuah "fatamorgana" bagi massanya. Karena itu, massa Megawati tidak akan pernah mendapatkan air demokrasi untuk menghapuskan dahaga mereka.

Kalau Mega memang arif, ia tentu tidak akan membebani rakyat. Sebab yang dibutuhkan rakyat adalah seorang pemimpin yang cakap (capable), mampu melakukan komunikasi global, jelas data demografisnya, dan mandiri, bukan seorang pemimpin yang gamang.

F.X. Rudy Wibisono
Kompleks Basmol 8
Cengkareng
Jakarta 11610


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data