Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 09/XXIIIIIII/01 - 7 Desember 1998
   
Inovasi

Senam Bersama Bayangan

Bosan senam aerobik sendiri mengikuti instruksi Vicky Burki yang setiap pagi ditayangkan Anteve? Cobalah sistem Personal Aerobics Trainer (PAT) ciptaan James Davis dari Institut Teknologi Massachusetts. Menurut The Sunday Times, berbeda dengan mengikuti senam dari layar televisi, PAT dapat mengoreksi gerakan orang yang senam di depannya. Sistem ini juga dapat memberikan sentuhan variasi pada gerakan-gerakan rutin dan kalau perlu memberi semangat.

Personal Aerobics Trainer terdiri dari dua layar. Satu layar di depan pesenam yang menayangkan sesosok instruktur. Satu lagi di belakang pesenam, merupakan layar kedua yang menutupi pancaran sinar inframerah. Cara kerjanya, begitu sinar inframerah dinyalakan, bayangan siluet pesenam dan gerakannya diproyeksikan ke layar di depannya. Gerakan siluet ini lalu "ditangkap" oleh suatu kamera bertapis sinar merah di layar depan, kemudian dijadikan data digital agar dapat diolah komputer. Dari siluet tadi, komputer dapat menayangkan gerakan pesenam secara persis, sehingga pesenam pun tahu apakah gerakannya sudah sesuai dengan gerak instruktur atau belum.

Sebelum mulai berolah raga, pesenam bebas mengatur lama dan jenis program, serta instrukturnya. Alat tersebut telah menyediakan serangkaian pilihan untuk itu. "Kalau Anda memang sungguh-sungguh mau latihan keras, bukan wanita cantik yang Anda butuhkan, melainkan sosok tentara gagah tentunya. Anda bahkan boleh memilih karakter kartun agar anak-anak tertarik mencobanya," ujar Davis.

Agar makin bersemangat, PAT juga menyediakan serangkaian jenis musik yang bisa dipilih. Dan yang penting, ada monitor denyut jantung untuk memantau seberapa cepat jantung pesenam berdetak. Alat ini penting terutama untuk mengetahui apakah pesenam sudah kelebihan beban latihan atau belum. Tertarik? Kalau Anda tak sayang merogoh 4.000 poundsterling atau sekitar Rp 45 juta, silakan saja beli.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data