|
Para pembohong, harap hati-hati. Satu kelompok peneliti di University of Pittsburgh, Amerika Serikat, saat ini sedang berkutat membuat komputer yang mampu mengenali suasana hati, mendeteksi ekspresi wajah, dan pola suara manusia yang menunjukkan tanda-tanda kebohongan.
Jeffrey Cohn, salah satu anggota tim peneliti itu, mengatakan bahwa gagasan menciptakan peranti lunak detektor antibohong itu muncul pada waktu yang sangat pas, yakni ketika semakin banyak bisnis yang beralih ke internet. "Perdagangan lewat internet sedang naik daun. Ada kecenderungan orang menghindari bisnis secara tatap muka langsung. Lihatlah tanda-tandanya dari pertumbuhan video konferensi," ujar Cohn kepada The Sunday Times. Agar tak dibohongi ketika sedang bernegosiasi bisnis lewat internet itu, orang lantas berangan-angan seandainya ada alat yang dapat mendeteksinya.
Cohn dan rekan-rekan satu timnya kini masih terus mengajari komputer untuk mengenali ekspresi dan emosi manusia. Mereka menggunakan seorang sukarelawan sebagai model yang berekspresi di depan kamera komputer. Komputer kemudian merekam jenis-jenis emosi dari bagaimana wajah berubah dan berapa lama perubahan itu terjadi untuk mempelajari polanya. Pola itu kemudian dipakai oleh komputer untuk membedakan antara ekspresi yang asli dan bukan. Cohn memperkirakan proyeknya baru selesai dua tahun lagi.
|