Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 08/XXIIIIIII/24 - 30 November 1998
   
Surat

Tanggapan Kapendam V/Brawijaya

Ucapan Pangdam V/Brawijaya kepada wartawan tabloid Detak edisi 07 tanggal 3-9 November 1998, serta Majalah TEMPO tanggal 10-16 November 1998 yang memuat tentang pernyataan Pangdam V/Brawijaya itu, tidak benar.

Perlu saya jelaskan, bahwa wartawan Detak, Saudara Widadi, baru pertama kali masuk Kodam V/Brawijaya dan ingin mewawancarai Pangdam V/Brawijaya tentang suatu permasalahan. Namun, tanpa mengindahkan tata krama yang baik, sehingga Pangdam V/Brawijaya kurang serius dalam menanggapi wawancara tersebut.

Apa yang diucapkan Pangdam hanya ungkapan ketidaksenangan atas sikap Saudara Widadi yang seenaknya dan hal ini menimbulkan salah persepsi. Pangdam V/Brawijaya tidak pernah merasa keberatan dan menolak setiap ada wawancara dari rekan-rekan wartawan, di mana dan kapan pun asalkan sikap wartawan tersebut baik. Namun, kenyataannya Saudara Widadi memuat pernyataan Pangdam tersebut. Sehingga menimbulkan polemik baru yang isinya hujatan kepada Pangdam V/Brawijaya. Akhirnya rekan-rekan wartawan menyadari kesalahan mereka serta meminta maaf kepada Pangdam V/Brawijaya dan diterima dengan baik.

Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya mengimbau rekan-rekan pers hendaknya saling menghargai dan menghormati hak serta pendapat orang lain, sehingga tercipta suasana yang akrab, sejuk, dan nyaman.

Letkol. JOKO AGUS S., S.H.
Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya
Surabaya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data