Tanggapan Kapendam V/Brawijaya |
Ucapan Pangdam V/Brawijaya kepada wartawan tabloid Detak edisi 07 tanggal 3-9 November 1998, serta Majalah TEMPO tanggal 10-16 November 1998 yang memuat tentang pernyataan Pangdam V/Brawijaya itu, tidak benar.
Perlu saya jelaskan, bahwa wartawan Detak, Saudara Widadi, baru pertama kali masuk Kodam V/Brawijaya dan ingin mewawancarai Pangdam V/Brawijaya tentang suatu permasalahan. Namun, tanpa mengindahkan tata krama yang baik, sehingga Pangdam V/Brawijaya kurang serius dalam menanggapi wawancara tersebut.
Apa yang diucapkan Pangdam hanya ungkapan ketidaksenangan atas sikap Saudara Widadi yang seenaknya dan hal ini menimbulkan salah persepsi. Pangdam V/Brawijaya tidak pernah merasa keberatan dan menolak setiap ada wawancara dari rekan-rekan wartawan, di mana dan kapan pun asalkan sikap wartawan tersebut baik. Namun, kenyataannya Saudara Widadi memuat pernyataan Pangdam tersebut. Sehingga menimbulkan polemik baru yang isinya hujatan kepada Pangdam V/Brawijaya. Akhirnya rekan-rekan wartawan menyadari kesalahan mereka serta meminta maaf kepada Pangdam V/Brawijaya dan diterima dengan baik.
Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya mengimbau rekan-rekan pers hendaknya saling menghargai dan menghormati hak serta pendapat orang lain, sehingga tercipta suasana yang akrab, sejuk, dan nyaman.
Letkol. JOKO AGUS S., S.H.
Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya
Surabaya.
|