Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 08/XXIIIIIII/24 - 30 November 1998
   
Ekonomi dan Bisnis

Tiga Cendana Mengeruk BUMN

Siti Hardiyanti Rukmana

Tutut, 49 tahun, menggenggam saham BCA pada usia yang ke-21. Dari sini, usahanya mekar ke mana-mana. CMNP adalah "permata" Tutut. Melalui perusahaan ini dia berkembang menjadi ratu jalan tol. CMNP agresif menjual obligasi, di dalam dan luar negeri. Bagi pelaku pasar modal, obligasi CMNP sangat memikat karena dividen dijanjikan meningkat tiap ada kenaikan pendapatan jalan tol. Nah, para investor mafhum. "Tutut sanggup mengendalikan tarif jalan tol," kata Shalahuddin Haikal, Kepala Riset Interpacific Securities.

Bambang Trihatmodjo

Kerajaan bisnis Bambang berawal dari bisnis makelar minyak, yakni melalui PT Samudra Petroleum. Bimantara, berdiri pada 1985, kini berkembang dengan 100 anak perusahaan. Banyak analis menilai, Bambang kreatif menggaet proyek. Contohnya: saat Bambang mengambil alih PT Intirub, BUMN penghasil ban, pada 1990. Intirub menerbitkan 1.000 lembar saham dengan nilai Rp 7 juta per lembar. Bambang tertarik membeli, tapi ia hanya membayar satu juta rupiah per lembar. "Akibatnya, pemerintah rugi Rp 6 juta tiap lembar," kata Suharsono Hadikusumo, mantan staf ahli bidang pajak Depkeu, kepada Sidney Morning Herald. Bambang kemudian menjual saham Intirub kepada Grup Salim dengan harga di atas Rp 7 juta per lembar.

Hutomo Mandala Putra

Putra bungsu Soeharto ini sering dianggap jimat keberuntungan keluarga. Tapi, bersamaan dengan krisis ekonomi, bisnis Tommy terpangkas. Sempati Air bangkrut. Saham Tommy di perusahaan mobil mewah Lamborghini juga dilepas. Kesepakatan dengan IMF juga melarang diteruskannya monopoli tata niaga cengkeh. Bencana paling buruk adalah macetnya proyek prestisius mobil nasional Timor. Melalui Timor, Tommy mengeruk kredit Rp 3,3 triliun dari BBD dan BDN. Sayang, belum sempat proyek berhasil, beking politik Tommy runtuh. Kredit pun macet, dan Tommy terancam penalti pajak senilai US$ 1,3 miliar.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
29/XXXVII/08 - 14 September 2008

 

Berita lainnya

PKB Surakarta Belum Kerahkan Massa ke KPU - 08 Sep 2008 | 09:08 WIB
Googgle Terbitkan Browser Open Source - 08 Sep 2008 | 09:08 WIB
Persembahan Madonna Buat Paus - 08 Sep 2008 | 09:01 WIB
Banding, Hamilton Kecam Keputusan FIA - 08 Sep 2008 | 08:59 WIB
Hurikan Ike Bunuh 47 Orang di Haiti - 08 Sep 2008 | 08:51 WIB
Ibadah Bermusik Armand Maulana - 08 Sep 2008 | 08:51 WIB
Gelar Juara Hamilton di GP Belgia Dicopot - 08 Sep 2008 | 08:43 WIB
Sejumlah Ruas Tol Alami Kepadatan - 08 Sep 2008 | 08:35 WIB
Slaven Bilic Bantah ke West Ham - 08 Sep 2008 | 08:33 WIB
Pelatih Andorra Klaim Lebih Baik Daripada Capello - 08 Sep 2008 | 08:04 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data