Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 08/XXIIIIIII/24 - 30 November 1998
   
Ekonomi dan Bisnis

Menyapa Dunia Luar? Pilih 001, 008, atau Call Back

Tarif sambungan langsung internasional naik. Siasati dengan call back. Tapi, hati-hati karena tagihannya dalam dolar.

MENELEPON pacar di luar negeri? Eit?, hati-hati. Soalnya, mulai pertengahan bulan ini, pemerintah menaikkan tarif sambungan langsung internasional (SLI). Persentase kenaikan tarif yang berlaku mulai 25 November ini bervariasi, dari 45 persen sampai 50 persen, tergantung negara tujuan. Ambil contoh sambungan ke Amerika, naik dari Rp 5.400 semenit menjadi Rp Rp 8.300. Lumayan, bukan?

Tapi jangan khawatir. Anda masih bisa ber-say hello dengan pacar atau kerabat di luar negeri tanpa merogoh dompet lebih dalam. Caranya, gunakan jasa call back. Ini merupakan suatu jasa penyaluran lalu lintas telepon internasional yang diselenggarakan oleh operator asing. Mereka mengoperasikan suatu sistem tertentu yang mampu mengubah asal panggilan, sehingga seolah-olah berasal dari dalam negeri. Itu sebabnya lebih murah.

Bisnis call back sempat surut setelah dilarang beroperasi pemerintah sejak 30 Agustus 1997 dan saat nilai tukar dolar meroket gila-gilaan. Tapi belakangan, ketika rupiah menguat dan tarif SLI membubung, call back rasa-rasanya boleh dilirik.

Selain lewat iklan di media massa asing yang masuk ke sini, informasi tentang operator call back di luar negeri gampang ditemui lewat internet. Kalau Anda tertarik menggunakan jasanya, ketikkan saja kata "call back" pada mesin pencari semacam Altavista atau Yahoo!. Sesuai dengan data yang terlacak lewat internet di mesin pencari Yahoo! (www.yahoo.com), hingga saat ini tercatat sekitar 200 situs yang berhubungan dengan jasa operator call back di seluruh dunia. Sebagian besar berkedudukan di Amerika Serikat.

Untuk menggunakan jasanya, ikuti petunjuk yang ada. Biasanya Anda disuruh mengisi formulir permintaan berlangganan dan data pribadi seperti nama dan nomor kartu kredit. Anda mesti memasukkan nomor kartu kredit karena dari situlah mekanisme penagihan/pembayaran dilakukan.

Setelah diisi, kirimkan formulir tadi ke perusahaan call back, bisa lewat surat elektronik maupun faksimile. Dalam satu sampai dua hari Anda akan mendapat jawaban konfirmasi apakah permintaan berlangganan tadi diterima atau tidak. Jika diterima, Anda akan diberi apa yang disebut kode akses dan nomor PIN (personal identification number). Setiap perusahaan memberi nama sendiri-sendiri kode akses ini. Ada yang menyebutnya sebagai universal caller, toll free, atau trigger call.

Kode akses berguna untuk mengawali setiap sambungan telepon yang hendak Anda lakukan. Katakanlah Anda hendak menghubungi salah satu kerabat di Australia. Tekan saja kode akses itu, lalu tunggu sejenak agar komputer milik operator call back dapat memprosesnya, masukkan nomor PIN. Kemudian tekan kode negara + kode kota + nomor tujuan.

Langkah ini berbeda-beda untuk tiap operator. Tapi tak perlu khawatir, setiap operator tentu akan memberi petunjuk operasional begitu Anda mendaftar. Yang perlu diingat, jangan sekali-kali memakai kode akses nomor internasional negara Anda (001 atau 008) sewaktu memasukkan nomor tujuan. Kalau gitu, sama juga Anda menggunakan operator lokal dan bukan yang call back.

Berapa biayanya? Ada operator yang membebaskan tagihan bulanan dan hanya mengenakan tarif panggilan. Ada pula perusahaan yang mengutip tagihan US$25 per bulan, tapi dengan tarif panggilan separuh operator lain. Salah satu operator, Tel-Call (www.tel-call.com) misalnya, memungut US$ 0,10 per menit atau sekitar Rp 750 per menit untuk sambungan telepon ke Amerika dari mana saja. Sedangkan Ucall I.A.S. (www.ucallias.com) mematok tarif US$0,39 per menit atau sekitar Rp 3.000. Bandingkan dengan tarif SLI Indosat untuk tujuan yang sama, mencapai Rp 8.300 per menit.

Menariknya lagi, bila sambungan sedang sibuk atau tak ada jawaban sampai mendekati 45 detik, Anda tak perlu membayar alias gratis. Tapi jika Anda memutuskan melebihi batas waktu itu, perusahaan akan memungut biaya, dihitung setelah melampaui menit pertama.

Lantas bagaimana membayarnya? Ada perusahaan yang mengirim tagihan per minggu dan setiap bulan Anda dapat perinciannya. Anda bisa membayarnya dengan tiga cara, yaitu dengan kartu kredit semacam Visa, Mastercard, Amex, atau Dinners Club. Anda tinggal menyebutkan nomor kartu kredit yang Anda miliki pada formulir pendaftaran, secara otomatis operator akan memprosesnya sesuai dengan tagihan.

Bila tak punya kartu kredit, Anda mesti membuka rekening bank di negara tempat operator call back beroperasi. Jika perusahaan itu berasal dari Amerika Serikat, misalnya, Anda harus membuka rekening bank di Negeri Paman Sam itu dan memberitahukan nomornya ke operator. Minimal Anda harus punya deposit (dana mengendap) US$ 200. Setelah itu, tagihan bisa dibayar lewat fasilitas transfer dana elektronis. Pembayaran tagihan didebet dari rekening tadi dan bank akan mengirimkan pemberitahuan setiap bulan. Dari sana, Anda bisa memonitor berapa biaya setiap percakapan yang telah Anda lakukan.

Seandainya Anda tak punya kartu kredit dan sulit membuka rekening bank di luar negeri, masih ada satu cara lain, yakni dengan sistem prabayar. Perusahaan call back biasanya menerima transfer bank dan cek dalam mata uang dolar AS di bank Amerika dan giro bank. Jumlah sistem prabayar minimal US$ 500. Untuk ongkos administrasi, Anda dikenai pungutan US$10 per bulan.

Menurut Manager Umum Hubungan Investor Indosat, Budi Prasetyo, tak banyak orang Indonesia yang memanfaatkan jasa operator call back. Lalu lintas pembicaraan lewat jasa itu pun tak sampai 0,01 persen dan kebanyakan dari kalangan rumah tangga. Budi menilai orang Indonesia enggan memakai jasa itu karena tagihannya lewat kartu kredit. "Dan jika ada masalah, keluhannya dikirim ke negara tujuan dulu baru dikirim ulang ke Indonesia," tutur Budi. Dan biasanya, ada kekhawatiran melepas nomor kartu kredit ke negeri seberang, siapa tahu tiba-tiba "dibajak" untuk transaksi lain. Selain itu, customer support-nya tak begitu bagus.

Itu sebabnya, yang lebih sering memakai jasa call back adalah para ekspatriat (orang asing yang tinggal di Indonesia). Soalnya, begitu ada keluhan atau persoalan menyangkut layanannya, ada keluarga di negara asalnya yang langsung menangani. "Lagi pula tagihannya dalam dolar," Budi menambahkan. Dengan nilai rupiah terhadap dolar yang masih "pasang-surut", siapa tahan membayar pulsa dolar itu.

Tapi, pilihan memang di tangan Anda.

Wicaksono, Dewi Rina Cahyani, Dwi Arjanto


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data