Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXIIIIIII/17 - 23 November 1998
   
Surat

GPK, Gerakan Penuntut Keadilan

Kakek istri saya kebetulan berasal dari Aceh. Ia salah seorang pejuang yang pernah ditahan oleh Belanda dan dibuang ke Pacitan dan wafat di sana. Seperti kebanyakan orang Aceh, ia merasa bangga bahwa Aceh tidak pernah dijajah, baik oleh Belanda maupun Jepang, yang kemudian bergabung dalam wilayah negara kesatuan RI.

Namun, selama 53 tahun Indonesia merdeka, selalu timbul pergolakan di Aceh. Oleh pemerintah Orde Baru mereka yang memberontak disebut gerombolan pengacau keamanan (GPK). Namun, setelah reformasi terjadi, semua persoalan yang selama 32 tahun ditutup-tutupi itu jadi terbuka.

Selama ini kekayaan daerah Aceh, yang devisanya mencapai US$ 2,6 miliar per tahun, dikuras habis oleh pemerintahan pusat dan hanya 1 persen yang dikembalikan ke daerahnya. Demikian juga yang tejadi di Riau, Sumatra Selatan, Irian Jaya, dan Kalimantan Timur. Karena itu, wajarlah jika mereka lalu marah dan berjuang untuk merdeka. Kekayaan disedot, rakyatnya dianiaya dan dibunuh serta wanitanya diperkosa. Karena itu, saya lebih memilih sebutan GPK diartikan sebagai Gerakan Penuntut Keadilan.

Ide Amien Rais tentang negara federasi merupakan ide yang cemerlang sebagai alternatif mencegah disintegrasi nasional. Kalau kita tetap menginginkan negara kesatuan, tidak ada pilihan lain kecuali melakukan negosiasi dengan daerah-daerah untuk keadilan dan kemakmuran bersama.

DR. Saleh Aldjufri
Ketua LPLI Sunan Ampel
Surabaya


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data