Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXIIIIIII/17 - 23 November 1998
   
Pokok dan Tokoh

Mochtar Lubis Puasa Bicara

Tutup mulut, tapi mata dan telinga tetap dibuka. Itulah yang dilakukan wartawan dan sastrawan Mochtar Lubis, 76 tahun, hari-hari ini, ketika kondisi politik nasional sedang "bising-bising"-nya. Salah satu buktinya, direktur penerbit Yayasan Obor Indonesia itu memilih tak berkomentar atas pemukulan yang dialami sejumlah wartawan foto oleh tentara dalam aksi unjuk rasa di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu pekan lalu. "Semakin sedikit yang buka mulut, semakin terbuka kemungkinan penyelesaiannya," alasan Mochtar kepada Dwi Wiyana dari TEMPO.

Tapi ketika terjadi kerusuhan akibat kehadiran pasukan pengamanan swakarsa di pelataran Monumen Tugu Proklamasi, Jakarta, sehari sebelumnya, ia terusik untuk menyaksikan dari dekat. Maklum, rumah penulis novel Harimau-Harimau itu berada tepat di sebelah timur monumen. Itu artinya, mata dan telinga tetap dibuka.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data