Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXIIIIIII/17 - 23 November 1998
   
Luar Negeri

Perjuangan ‘Tangan Anwar’ ke Indonesia

Abdul Rahim Ghouse, 37 tahun, adalah pengusaha bisnis konstruksi yang sukses di Malaysia. Tapi ia kini pelarian politik yang dicari-cari aparat keamanan Malaysia, antara lain karena ia memang dikenal sebagai "tangan Anwar". Sebelumnya, Abdul Rahim pernah menjabat Ketua Bidang Ekonomi Pemuda UMNO, basis pendukung Anwar Ibrahim. Doktor sosiologi lulusan University of Illionis itu tampaknya memang teman dekat Anwar secara pribadi. "Saya kenal Anwar sejak saya berusia 7 tahun," kata Abdul Rahim. Sejak pekan lalu ia sudah berada di Indonesia karena merasa masih tetap diintai intel Malaysia. Abdul Rahim mengaku keselamatan dia dan keluarganya sangat terancam. Untuk wawancara dengan TEMPO pun ia mengubah lokasi karena tak ingin keberadaannya diketahui orang. Berikut petikan wawancara reporter TEMPO, Setiyardi, dengan Abdul Rahim Ghouse.



Kenapa Anda dan pembangkang politik Malaysia lainnya melakukan gerakan perlawanan di luar Malaysia?

Kami merasa persoalan Anwar Ibrahim sudah menjadi persoalan dunia. Kami ingin rakyat Indonesia mengetahui perjuangan kami. Juga negara tetangga lainnya.

Bukankah yang terpenting adalah perjuangan di dalam negeri Malaysia?

Memang benar. Di sana kami tetap melakukan gerakan reformasi yang dipimpin langsung oleh Wan Azizah. Persoalannya, keamanan di Malaysia sungguh ketat. Mahathir bisa menangkap kami dengan semena, dengan menggunakan ISA. Kami tidak bisa melakukan demonstrasi secara frontal. Kalau mau keluar rumah, kami sudah ditangkap. Kami tidak bisa melakukan pertemuan yang melibatkan banyak pendukung Anwar. Mereka tidak pernah menghormati hak asasi manusia. Sampai saat ini saya menjadi buron kepolisian. Keluarga saya pun hendak ditangkap. Mereka benar-benar mau menghabisi keluarga saya.

Anda takut?

Bukan begitu. Sebenarnya pihak polisi Malaysia memang mau menangkap saya. Tiga puluh menit sebelum Anwar Ibrahim ditangkap, saya masih berbicara lewat telepon dengannya. Anwar berpesan agar saya jangan sampai tertangkap. Kalau semua ditangkap, tidak akan ada yang melanjutkan perjuangan. Lebih baik saat ini kami berjuang di luar Malaysia. Apalagi saya mendapat informasi bahwa setelah APEC nanti Mahathir akan melakukan penangkapan lagi. Targetnya adalah orang-orang yang terlibat LSM dan partai politik.

Kabarnya, Anda juga dicari oleh intelijen Malaysia sampai ke Indonesia?

Ya, saya juga mendengar hal itu. Semoga mereka tidak berhasil menangkap saya.

Apa pola gerakan Anda di luar Malaysia?

Saat ini saya lebih banyak di Indonesia. Kami membuat program dengan LSM di sini agar gerakan ini dapat disosialkan ke masyarakat Indonesia. Pak Mar’ie Muhammad banyak memberi nasihat. Adnan Buyung Nasution menghubungi badan internasional. Kedua tokoh ini sangat kami andalkan. Selain dukungan moral, mereka banyak membantu kami untuk bergerak di Indonesia. Mereka juga menekan Mahathir agar segera membebaskan Anwar.

Kalau ternyata Anwar Ibrahim tetap harus masuk penjara, apa yang akan dilakukan?

Rakyat akan terus mendesak Mahathir turun dan membebaskan Anwar. Kalau tidak, pemerintah akan jatuh dan akan digantikan oleh pemerintahan baru. Saya yakin akan ada satu barisan baru yang dapat menggantikan barisan nasional yang ada sekarang (UMNO).

Bagaimana perkembangan gerakan Anda di Malaysia?

Rasanya sangat baik. Rakyat makin banyak yang mendukung kami. Laporan orang kepercayaan Mahathir menyatakan bahwa 80 persen rakyat Malaysia tidak mempercayai Mahathir lagi.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data