Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXIIIIIII/17 - 23 November 1998
   
Kritik

Presiden dan Bahasa

Saat membuka kongres bahasa baru-baru ini, dalam pidatonya, Presiden Habibie mengatakan (memberi perintah?) kepada para pejabat birokrasi pemerintahan agar menggunakan bahasa yang lugas, yang tidak dibungkus dengan istilah-istilah yang kabur untuk memanipulasi kenyataan.

Menurut Presiden, penggunaan bahasa yang mengaburkan kenyataan tidak mencerdaskan kehidupan berbangsa. Akibat lainnya, bangsa kehilangan keberanian untuk mengakui kenyataan pahit.

Selanjutnya, Presiden Habibie dengan jelas mengatakan bahwa penggunaan bahasa semacam itu menandakan tidak adanya transparansi di kalangan pejabat dalam menjalankan roda pemerintahan. Dengan kata-kata yang jelas pula, Presiden mengatakan bahwa perilaku pejabat tersebut perlu direformasi.

Semua yang dikatakan tersebut nyata dan jelas dengan menggunakan bahasa (tutur kata) yang tidak kabur dan tidak manipulatif. Yang menjadi masalah, sekarang ini bahasa semacam itu (bukan tutur kata) telah lama dipraktekkan dalam keseharian oleh para pejabat. Karena itu, sangat sulit untuk menerapkan semua yang dikatakan oleh Presiden Habibie tadi, kecuali kalau ada ketulusan di hati, bukan di mata atau di mulut saja.

MURLONO
Margahayu Raya Blok P-14, RT 01/RW 17
Margacinta, Bandung


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data