Dana Pembinaan Perfilman kini menjadi pasal tuding-menuding antara praktisi film, Dewan Film, dan Departemen Penerangan. Belum jelas nasib duit puluhan miliar rupiah yang kini cuma tersisa sekitar Rp 3 miliar. Ke mana perginya setoran yang dikutip Deppen sejak 1 Januari 1968 itu?
Kutipan film impor pernah menjadi resep ampuh memajukan karya domestik. Belakangan jumlahnya berpuluh miliar, tapi menguap untuk beragam rupa. Ada "patgulipat" atau kurang transparansi?