|
Akhir Oktober lalu, sebuah pesawat luar angkasa diluncurkan ke luar orbit bumi untuk urusan yang mungkin kelihatan sepele: membuat parfum. Para peneliti percaya, pada kondisi bergravitasi nol, molekul dalam sebuah tanaman akan bersatu dengan cara yang tak seperti biasanya. Dan ini akan menyebabkan terbentuknya minyak yang tidak bisa dibentuk di bumi.
Lalu, apakah aroma minyak buatan luar angkasa itu akan berbeda dengan minyak buatan bumi? Para ilmuwan tidak yakin betul. Karena itulah mereka berusaha mencari tahu melalui proyek riset yang disponsori International Flavors and Fragrance (IFF), New York, ini. Jika riset tersebut sukses, wewangian baru eksotis dari luar angkasa akan dipergunakan pada parfum, sabun, deodoran, detergen, dan makanan.
The Sunday Times melaporkan, selama misi, sebuah miniatur tanaman mawar akan ditumbuhkan dalam "kultur astro" yang tertutup. Lingkungan ini menciptakan penerangan sendiri serta makanan dan air yang dibutuhkan tanaman untuk berbunga. Sementara itu, sebuah kamera tipis yang dibawa para spesialis tanaman di pesawat dan yang berada di bumi akan terus memonitor tanaman ketika mulai berbunga.
Sebelum pesawat mendarat kembali, sebuah jarum disisipkan di bawah salah satu bunga yang berkembang untuk mendapatkan molekul wewangian yang terbentuk. Sampel tersebut kemudian akan dipelajari cara konfigurasinya--yang tidak bisa terjadi di bumi.
|