Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/XXIIIIIII/17 - 23 November 1998
   
Inovasi

Cukup Satu Peluru

UNTUK mengetahui lokasi yang kaya hasil tambang, kelak tak diperlukan lagi alat berat. Orang bahkan tak perlu menjejakkan kakinya di tanah untuk meneliti daerah pertambangan. Cukup dengan peluru yang ditembakkan dari atas helikopter saja, lokasi tambang bisa ditemukan.

Menurut majalah New Scientist, tulis ABC News akhir Oktober lalu, para peneliti dari Universitas Missouri, Amerika Serikat, tengah mengembangkan peluru yang bisa ditembakkan dari ketinggian sekitar 300 kaki ini. Begitu menghunjam tanah, peluru ini akan mengirimkan ledakan gelombang radio yang sangat kuat. Gelombang itu terefleksikan hingga radius 50 kaki dan kemudian ditangkap antena yang berada di helikopter. Begitu lokasi tambang telah diketahui, tempat itu dapat dihancurkan persis pada posisi yang tepat.

Menurut Thomas Engel, salah satu insinyur yang mengembangkan alat ini, peluru berdiameter 30 milimeter ini dapat menghasilkan getaran radar berdaya empat kilowatt. Ini sepuluh kali lebih kuat dibandingkan dengan radar yang dihasilkan alat penetrasi tanah yang standar. Yang lebih penting, riset yang didanai Angkatan Bersenjata Amerika Serikat sebesar US$ 5 juta ini bisa mengurangi kemungkinan jatuhnya korban yang sering terjadi pada peledakan lokasi pertambangan yang dilakukan dari darat.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data