Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 05/XXIIIIIII/03 - 9 November 1998
   
Investigasi

Pajak yang (Mungkin) Hilang

Dari lima jalur itu, fasilitas diplomatik agaknya paling banyak dilintasi mobil built-up. Taruhlah ada 2.000 staf diplomatik yang bekerja di Indonesia dan separuhnya dimanfaatkan pemain gelap untuk mendatangkan kendaraan dari mancanegara ke Indonesia. Pukul rata, satu mobil harganya Rp 500 juta. Bila pajak bea masuk 200 persen, dalam dua tahun belakangan ini saja, pajak yang hilang sekitar Rp 1 triliun.

Dari kantor Sekretariat Negara sekurangnya telah diimpor 2.000 unit kendaraan. Anggap saja, harganya rata-rata Rp 300 juta. Nah, pajak yang tak jadi mampir berarti Rp 1,2 triliun.

Yang juga bisa dihitung adalah sekitar 300 unit kendaraan militer yang pelat nomornya "dihitamkan" lebih dini. Anggaplah, baik sedan, jip, maupun minivan itu harganya Rp 250 juta. Jelas, pajak yang hilang adalah Rp 150 miliar.

Dari lintasan IMI? Taruh kata, yang diumpetin 150 unit, jika sebiji harganya Rp 200 juta dikalikan pajak 200 persen, duit yang atret sekitar Rp 60 miliar. Lumayan.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

 

Berita lainnya

Djokovic Musnahkan Impian Roddick - 05 Sep 2008 | 10:48 WIB
Gaya Ramah Lingkungan   - 05 Sep 2008 | 10:38 WIB
Penjualan Kendaraan di Inggris Turun - 05 Sep 2008 | 10:29 WIB
Dua Pelajar Ditembak Saat Menuju Rumah PM Samak - 05 Sep 2008 | 10:19 WIB
John McCain Menjanjikan Perubahan - 05 Sep 2008 | 10:12 WIB
Cadangan Devisa Indonesia Turun - 05 Sep 2008 | 10:10 WIB
Debut Holmes di Broadway Menuai Protes - 05 Sep 2008 | 10:09 WIB
Ragit nan Gurih - 05 Sep 2008 | 10:07 WIB
Cheney Kecam Rusia di Georgia - 05 Sep 2008 | 10:02 WIB
Harga Minyak Sentuh US$ 107 - 05 Sep 2008 | 09:57 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data