|
|
| |
Edisi. 05/XXIIIIIII/03 - 9 November 1998
|
|
Film
MESKI Perang Dunia II sudah lama berakhir, tapi di Eropa, berbicara mengenai pemerkosaan massal yang terjadi selama perang masih dianggap tabu. Akibatnya, tak ada satu pun publikasi yang pernah dibuat untuk menyoroti tragedi kemanusiaan ini pada masa itu. Namun sutradara Helke Sander dan Barbara Johr memberanikan diri melakukan penelitian terhadap segala bentuk kekejaman terhadap kemanusiaan selama berkecamuk perang di daratan Eropa. Hasilnya, pada 1992 lahirlah sebuah film dokumenter berjudul BeFreier und Befreite (Perang, Pemerkosaan dan Anak-Anak). Film ini memaparkan pengalaman pahit korban kekejaman perang, termasuk pemerkosaan massal yang dialami perempuan. Dalam film ini bisa dilihat pengakuan korban kekerasan dari kalangan orang dewasa maupun anak-anak, bahkan pelaku kekejaman perang. Helke Sander lahir di Berlin. Ia bekerja sebagai penulis, produser, sutradara, dan sekarang menjadi profesor di Sekolah Tinggi Seni Rupa di Hamburg. Sander merupakan salah seorang sutradara film dokumenter terbaik Jerman. Film yang terdiri dari dua episode ini diputar sehubungan dengan peringatan 50 tahun hak asasi manusia. Film ini dalam bahasa Jerman yang dilengkapi dengan teks bahasa Inggris. | Tempat | : | Goethe Institut, Jalan Matraman Raya 23, Jakarta Timur.
Waktu | : | Jumat, 6 November 1998, pukul 19.00 (episode 1) Sabtu, 7 November 1998, pukul 19.00 (episode 2)
|
Seni Rupa
SENIMAN keramik Liem Keng Sien memamerkan karya seni instalasi dari materi keramik bertema "Ayam Mati di Lumbung". Karyanya mengeksplorasi bentuk-bentuk menjulang dan melebar yang menampilkan simbol berupa bangunan, bahkan karung. Bagi "keramikus" yang juga arsitek interior ini, lumbung adalah metafora tentang sumber daya yang berlimpah tapi tidak dimanfaatkan secara maksimal. Keng Sien adalah alumnus Akademi Seni Rupa Leuven, Belgia. Ia banyak melakukan riset bahan dasar keramik di Pelabuhanratu, Malimping, Cikotok, Tangerang, dan Serang (Jawa Barat) bersama kelompok Geokeramik. | Tempat | : | Galeri Lontar, Jalan Utan Kayu 68 H, Jakarta| Waktu | : | 2 November - 21 November 1998
|
"EVERY Wall is the Door" merupakan tema pameran seni rupa Regina Bimadona, perempuan perupa asal Yogyakarta. Materi pameran ini berupa karya lukis cat minyak dan gambar di atas kertas. Dengan gaya figuratif yang mengesankan alam surealistis, alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, ini mengangkat tema kekacauan dalam masyarakat sekarang, ketika kesulitan ekonomi, kerusuhan sosial, dan kekacauan politik membuat orang tidak mampu lagi untuk sekadar berharap sekalipun.| Tempat | : | Gedung Bentara Budaya, Jalan Suroto 2, Yogyakarta| Waktu | : | 3 November - 10 November 1998
|
DUA belas perupa kontemporer dari berbagai kota memamerkan karya lukis, grafis, patung, dan keramik. Materi pameran itu merupakan koleksi Galeri Padi yang merupakan salah satu dari sedikit galeri alternatif di Indonesia. Perupa yang berpameran antara lain Dodog Soeseno (pegrafis Indonesia yang menetap di Belanda), Mirjam Moburer (perupa Belanda), Iwan Kuswana (perupa asal Tasikmalaya), Suyatna (seniman keramik asal Bandung), dan Marintan Sirait (perupa asal Bandung).| Tempat | : | Galeri Padi, Jalan Juanda 329, Bandung| Waktu | : | sampai 20 November 1998
|
KEDUTAAN Besar Polandia menyelenggarakan pemutaran empat film pilihan dalam acara "Pekan Film Polandia". Acara ini dibuka dengan pemutaran film berjudul Maids of Wilko karya sutradara Andrzej Wajda. Karya film yang masuk dalam nominasi Oscar pada 1980 ini merupakan drama psikologis tentang seorang pria bernama Victor yang kembali ke kampung halamannya, dan juga tentang hubungannya dengan perempuan yang pernah membuatnya terpesona. Selain itu, diputar film Seen but Not Heard karya Jacek Bromski, The Short Film about Love karya Krzystof Kieslowski, dan Blind Chance karya Krzystof Kieslowski.| Tempat | : | Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta| Waktu | : | 10 November - 13 November, setiap pukul 19.00 | | | | | | | | | | | | | | |
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|