Sumur Minyak pun Harus Diijon |
KINI tak cuma minyak yang dijual pemerintah. Sumur minyak pun ikut dilego. Ini cara baru pemerintah menambal anggarannya yang minus. Sumur minyak tengah dikaji untuk dijual dengan cara forward. Artinya, investor yang berminat bisa menyetor sejumlah uang sekarang. Imbalannya datang kemudian, 10-15 tahun ke depan: si pembeli berhak menambang sumur minyak tadi tanpa harus keluar duit lagi. Gagasan ijon sumur minyak tersebut diakui oleh Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita. Ia menyebut beberapa perusahaan minyak asing sudah memasukkan proposal penawaran dan, "Kini sedang dikaji oleh Menteri Keuangan."
Tapi, menurut seorang analis dari Socgen Global Equities, ijon sumur minyak betul-betul ide buruk. Harga minyak sekarang sedang berada di titik rendah, hanya US$ 12,4 per barel. Kalaupun harga ijon yang ditawarkan mencapai US$ 15 per barel, pemerintah tetap saja rugi. Sepuluh tahun lagi persediaan minyak dunia sudah mulai langka. Tentu saja harga minyak bakal melesat, bahkan tak mustahil sampai di atas US$ 20 per barel. Nah, kalau jadi minyak diijon, nanti saat harga minyak di puncak, Indonesia akan gigit jari. Nasib.
|