Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 05/XXIIIIIII/03 - 9 November 1998
   
Ekonomi dan Bisnis

Sumur Minyak pun Harus Diijon

KINI tak cuma minyak yang dijual pemerintah. Sumur minyak pun ikut dilego. Ini cara baru pemerintah menambal anggarannya yang minus. Sumur minyak tengah dikaji untuk dijual dengan cara forward. Artinya, investor yang berminat bisa menyetor sejumlah uang sekarang. Imbalannya datang kemudian, 10-15 tahun ke depan: si pembeli berhak menambang sumur minyak tadi tanpa harus keluar duit lagi. Gagasan ijon sumur minyak tersebut diakui oleh Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita. Ia menyebut beberapa perusahaan minyak asing sudah memasukkan proposal penawaran dan, "Kini sedang dikaji oleh Menteri Keuangan."

Tapi, menurut seorang analis dari Socgen Global Equities, ijon sumur minyak betul-betul ide buruk. Harga minyak sekarang sedang berada di titik rendah, hanya US$ 12,4 per barel. Kalaupun harga ijon yang ditawarkan mencapai US$ 15 per barel, pemerintah tetap saja rugi. Sepuluh tahun lagi persediaan minyak dunia sudah mulai langka. Tentu saja harga minyak bakal melesat, bahkan tak mustahil sampai di atas US$ 20 per barel. Nah, kalau jadi minyak diijon, nanti saat harga minyak di puncak, Indonesia akan gigit jari. Nasib.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data