Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 04/XXIIIIIII/27 Oktober - 02 November 1998
   
Peristiwa

Rekonsiliasi setelah Pemilu

Ide rekonsiliasi ternyata layu sebelum berkembang. Sempat menjadi perbincangan yang menarik pendapat pro dan kontra sekitar dua bulan lalu, masalah ini kemudian tak pernah terdengar lagi kabarnya. Rupanya, diam-diam, pemerintah telah memutuskan menunda pelaksanaannya sampai setelah pemilu Juni mendatang. Hal ini diputuskan dalam rapat koordinasi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan beberapa waktu lalu. Menteri Kehakiman Muladi membenarkannya. "Masih dibentuk tim kecil untuk menyusun konsepnya," katanya. Alasannya, rekonsiliasi membutuhkan persyaratan adanya pemerintah dengan basis legitimasi yang kuat, yang tak mungkin terjadi sebelum pemilu.

Tapi ketua tim rekonsiliasi Komnas HAM, Marzuki Darusman, berpendapat lain. "Kita tidak bisa menunggu begitu lama," katanya. Soal bagaimana pelaksanaannya, Marzuki mengakui masih ada perbedaan persepsi antara pemerintah dan Komnas. Menteri Muladi menyatakan bahwa model Afrika Selatan seperti yang diusulkan Komnas HAM tidak cocok untuk situasi Indonesia karena spektrum masalahnya jauh lebih luas. Bukan hanya masalah hak asasi manusia, tapi juga mencakup persoalan ideologi, ekonomi, politik, dan sebagainya. "Jadi tidak hanya membongkar dan mengadili pelanggaran hak asasi," tutur Muladi.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data