Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 04/XXIIIIIII/27 Oktober - 02 November 1998
   
Nasional

Kronologis Pernyataan A.M. Saefuddin:

15 Oktober Pernyataan A.M. Saefuddin termuat di media massa. Aktivis Hindu mulai bergerak. Beberapa Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) membuat surat protes. Isinya, menuntut Menpangan itu minta maaf secara terbuka.
16 Oktober 50 aktivis yang tergabung dalam Aksi Umat Menggugat (AUM) mendemo Saefuddin lewat DPRD dan Polda Bali. Selain menuntut agar ia meminta maaf, juga memintanya turun dari jabatan.
17 Oktober Ratusan massa mendemo kantor bupati Buleleng. Tokoh-tokoh masyarakat di Denpasar pun berembuk untuk mempersiapkan aksi besar bila tuntutan tak dipenuhi.
19 Oktober Tiga gelombang massa yang berjumlah sekitar 2.000 orang berdemo di kantor gubernur Bali dan DPRD. Ketua DPRD menjanjikan akan menyampaikan surat resmi dewan itu kepada Presiden. Saat inilah, menggelinding ide ancaman aksi mogok masyarakat Bali bila tuntutan tak dipenuhi.
20 Oktober koran memberitakan klarifikasi Menpangan tentang pernyataan sebelumnya. Masyarakat Hindu masih menganggap Saefuddin setengah hati karena tak mau meminta maaf secara terbuka. Puluhan mahasiswa Hindu dari berbagai kota melakukan unjuk rasa di Sekneg. DPRD dan muspida Bali mengeluarkan sikap resmi agar Presiden memecat Saefuddin.
21 Oktober Ketiga tuntutan ini dibawa oleh gubernur dan tokoh-tokoh agama ke presiden, tapi Habibie belum memberikan keputusan. Tapi, setelah itu, Saefuddin meminta maaf kepada umat Hindu dan disiarkan di televisi dan dimuat di media massa.
22 Oktober Sekitar 13 ribu massa menyerbu kawasan Niti Mandala Renon, kantor kejaksaa tinggi, yang sedang kedatangan Jaksa Agung Andi M. Ghalib. Ia didaulat untuk berbicara di depan massa. "Aspirasi dari para pengunjuk rasa kita tampung dan akan kita selesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Ini buka kewenangan kejaksaan, tapi akan saya teruskan ke kepolisian,?? ujarnya dalam jumpa pers.
23 Oktober Umat Hindu di Jakarta mengajukan protes ke DPR.
24 Oktober Para aktivis membahas rencana aksi mogok mereka. Menurut rencana, AUM mengusulkan mogok akan dilakukan pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, dan dipusatkan di Lapangan Puputan, Denpasar. Aksi ini, kemungkinan akan diikuti oleh warga desa-desa adat di seluruh Bali. Artinya, seluruh masyarakat Bali akan turun.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
28/XXXVII/01 - 7 September 2008

 

Berita lainnya

Kapolda Jawa Barat Copot Dua Kapolsek - 05 Sep 2008 | 21:29 WIB
Bupati Aceh Besar Mengundurkan Diri - 05 Sep 2008 | 21:19 WIB
Guru Tolak Aturan Pendanaan Pendidikan - 05 Sep 2008 | 21:16 WIB
Fernando Alonso Kuasai Free Practice 2 - 05 Sep 2008 | 21:07 WIB
Al Amin Mengaku Tak Berpengaruh di Komisi Kehutanan DPR - 05 Sep 2008 | 21:02 WIB
Kapolda Jawa Barat Mengaku Ditawari Suap Rp 10 Miliar - 05 Sep 2008 | 20:53 WIB
Hughes Bersumpah Jadikan City Raksasa Eropa - 05 Sep 2008 | 20:53 WIB
Bupati Aceh Besar Mundur, Surat ke Menteri Ditulis Tangan - 05 Sep 2008 | 20:44 WIB
Simulasi Pemilihan 2009 Dinilai Tak Efektif - 05 Sep 2008 | 20:40 WIB
Bapepam Akan Gugat Eurocapital - 05 Sep 2008 | 20:32 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data