|
Era reformasi adalah era transparansi. Serempak dengan rencana Selamat Tinggal Polri dari ABRI, sering kita jumpai dan saksikan pernyataan petinggi ABRI, apabila ada kasus yang melibatkan oknum ABRI, selalu dikatakan oknum ABRI. Tentunya di era transparansi istilah tersebut tidak tepat. Mulai sekarang sebut saja secara tegas dan transparan, memang hanya salah satu matra yang terlibat, misalnya oknum TNI AD, demikian juga dengan matra yang lain, kalau memang yang terlibat oknum dari matra tertentu. Ini perlu karena oknum ABRI kadang-kadang hanya dari satu matra. Dan ABRI secara keseluruhan ikut tercemar. Demikian juga halnya dengan istilah dwifungsi ABRI, di lapangan pelaksanaan fungsi sospolnya, sudah bukan rahasia lagi, didominasi salah satu matra ABRI saja. Apabila pembagian porsi tersebut memang adil dan proposional dengan istilah ke-ABRI-annya, penggunaan Dwifungsi ABRI menjadi relevan. Dalam konteks inilah adanya desakan menghapus Dwifungsi ABRI demikian signifikan, walaupun dari pihak ABRI sendiri keberatan. Sudah saatnya kita menerapkan transparansi seiring dengan gerakan reformasi damai yang kita dengung-dengungkan. Iswando Poerwodinoto, S.H. Duren Sawit, Jakarta Timur
|