Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXIIIIIII/20 - 26 Oktober 1998
   
Kritik

ABRI, Perlu Transparansi

Era reformasi adalah era transparansi. Serempak dengan rencana Selamat Tinggal Polri dari ABRI, sering kita jumpai dan saksikan pernyataan petinggi ABRI, apabila ada kasus yang melibatkan oknum ABRI, selalu dikatakan oknum ABRI. Tentunya di era transparansi istilah tersebut tidak tepat. Mulai sekarang sebut saja secara tegas dan transparan, memang hanya salah satu matra yang terlibat, misalnya oknum TNI AD, demikian juga dengan matra yang lain, kalau memang yang terlibat oknum dari matra tertentu.

Ini perlu karena oknum ABRI kadang-kadang hanya dari satu matra. Dan ABRI secara keseluruhan ikut tercemar.

Demikian juga halnya dengan istilah dwifungsi ABRI, di lapangan pelaksanaan fungsi sospolnya, sudah bukan rahasia lagi, didominasi salah satu matra ABRI saja.

Apabila pembagian porsi tersebut memang adil dan proposional dengan istilah ke-ABRI-annya, penggunaan Dwifungsi ABRI menjadi relevan.

Dalam konteks inilah adanya desakan menghapus Dwifungsi ABRI demikian signifikan, walaupun dari pihak ABRI sendiri keberatan.

Sudah saatnya kita menerapkan transparansi seiring dengan gerakan reformasi damai yang kita dengung-dengungkan.

Iswando Poerwodinoto, S.H.
Duren Sawit, Jakarta Timur


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data