Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXIIIIIII/20 - 26 Oktober 1998
   
Inovasi

Anda Flu? Tunda Dulu

KENAPA jika terkena influenza orang perlu istirahat sekitar seminggu? Mudah saja menjawab: belum ada obat yang cespleng untuk influenza. Obat yang selama ini digunakan hanyalah untuk mengobati gejala flu seperti pilek, demam, sakit kepala, atau nyeri otot.

Jangan gundah. Sebentar lagi obat yang efektif menyerang virus penyebab flu akan beredar di pasar. Untuk sementara ini, karena baru diteliti, obat itu diberi kode pil GS4104 (GS). Satu lagi, obat yang berbentuk obat semprot ke hidung, yang dinamai zanamimir.

Meski bentuknya berbeda, kedua obat baru ini mempunyai cara kerja yang sama dalam menghantam virus flu: mengikat enzim neuramidase yang dikeluarkan virus. Enzim itulah yang membuat virus bisa memperbanyak diri. Dengan mengikat neuramidase, virus tak dibiarkan berkembang biak, menyebar, dan menyerang sel-sel sehat.

Tampaknya, kedua obat itu akan menjadi musuh berbahaya bagi virus flu, terutama virus influenza B. Di pasar Amerika memang telah ada obat yang nama generiknya adalah amantadin dan rimantadin, yang cukup ampuh melawan influenza A. Namun, untuk melawan penyakit yang disebabkan oleh jenis virus lain penyebab influenza B, obat itu tak berdaya. New York Times melaporkan, pil GS dan zanamimir, yang mungkin akan mulai dipasarkan tahun depan, dapat mengatasi kedua jenis influenza yang paling banyak menyerang manusia itu.

Dr. John Treanor dari University of Rochester School of Medicine, kepada ABC News mengatakan, obat tersebut akan menjadi obat yang terbaik untuk flu. ??Ketika seseorang terserang virus, orang harus menghadapi kenyataan bahwa virus sudah memperbanyak diri dan Anda tidak bisa mencegahnya lagi,?? katanya.

Studi yang dilakukan produsen pil GS memang memperlihatkan bahwa pil tersebut bisa mencegah hadirnya flu. Dari 1.600 sukarelawan yang menelan pil GS, ternyata hanya satu persen yang terserang flu. Sedangkan dalam kelompok lain yang tidak minum obat apa pun, sukarelawan yang terserang flu sebanyak 5 persen.

Para ilmuwan San Diego yang meneliti atas biaya produsen, Gilead Sciences Inc. dan Hoffmann La-Roche, juga mengumumkan bahwa obat baru itu membuat flu lebih cepat diatasi. Masa sakit bisa dikurangi sampai sepertiga dari biasanya. Gejala umum flu seperti batuk atau demam bisa pula direduksi sampai 40 persen. Maka, gejala yang biasanya dirasakan selama rata-rata 4,3 hari bisa diperpendek menjadi 2,9 hari saja.

Tidak hanya itu, komplikasi yang bisa muncul karena flu, misalnya infeksi telinga atau bronkitis, bisa ditekan hingga setengahnya. Flu sering bisa mengundang komplikasi dengan penyakit kronis lainnya seperti asma atau bronkitis. Ini terutama terjadi di negara berhawa dingin. Di Amerika, setiap tahun 40 juta orang terserang flu dan 10-40 ribu jiwa melayang karena flu dan komplikasinya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data