Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXIIIIIII/20 - 26 Oktober 1998
   
Ekonomi dan Bisnis

Bila Garam Datang dari Australia

APA jadinya sayur tanpa garam? Hambar. Itu yang akan terjadi kalau La-Nina kelak mengamuk dan menghancurkan ladang-ladang garam di sini. Alhasil, Indonesia terancam kekurangan pasok garam untuk konsumsi masyarakat serta industri kertas, tekstil, dan makanan, yang jumlahnya 1,7 juta ton.

Mau tidak mau, Indonesia harus mengimpor, seperti yang sudah dilakukan oleh negara produsen garam lainnya, seperti RRC, Korea Selatan, dan Vietnam. Mereka mengimpor garam dari Australia. Siapa yang kebagian rezeki impor garam ini, itu yang belum jelas.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data