Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 03/XXIIIIIII/20 - 26 Oktober 1998
   
Ekonomi dan Bisnis

Cuci Gudang ala Bulog

AKHIRNYA Badan Urusan Logistik menguras isi "perutnya". Sejak hak monopolinya dihapus, 2 September lalu, lembaga itu tidak lagi mengurusi tepung terigu, gula pasir, dan kedelai. Itu sebabnya Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan Kepala Bulog, Rahardi Ramelan, memutuskan melelang stok tiga komoditi tadi. Sebanyak satu juta ton tepung terigu akan dilelang secara bertahap hingga habis, mulai 22 Oktober 1998. Maksudnya agar pasar tak terganggu pasokan Bulog. Gula pasir (115 ribu ton) pun akan dilelang, sedangkan kedelai (310 ribu ton) akan dibeli Koperasi Pengusaha Tempe Indonesia. Nah, harganya bergantung pada penawar tertinggi peserta lelang, yaitu kelompok industri dan koperasi.

Bagaimana dengan Indofood, yang selama ini menyedot 40 ribu ton atau sekitar 80 persen pasok Bulog? Pabrik mi milik Sudono Salim itu tak bisa ikut lelang, tapi bisa membeli terigu dari peserta lelang--tentu saja dengan harga tertinggi. Keputusan Menteri untuk melelang tiga komoditi tadi sempat ditentang para pejabat Bulog--penolakan yang membuat Menteri marah.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
29/XXXVII/08 - 14 September 2008

 

Berita lainnya

Surat Suara Pilwali Kediri Nyaris Mencapai 1 Meter - 07 Sep 2008 | 18:49 WIB
Soekarwo Dekati PGRI - 07 Sep 2008 | 18:42 WIB
Tarif PDAM Bojonegoro Naik 50 Persen - 07 Sep 2008 | 18:38 WIB
PT Sarana Tanggapi Surat Petani Super Toy HL-2 - 07 Sep 2008 | 18:34 WIB
Hanya Enam Parpol di Malang yang Penuhi Kuota Perempuan - 07 Sep 2008 | 18:33 WIB
Tiket Kereta Bojonegoro-Jakarta Ludes Terjual - 07 Sep 2008 | 18:25 WIB
Begini Rasanya Menjadi Pegawai Pertama Google - 07 Sep 2008 | 18:18 WIB
Pusat Perbelanjaan di Semarang Mulai Ramai - 07 Sep 2008 | 18:10 WIB
Soekarwo Dekati Persatuan Guru Republik Indonesia - 07 Sep 2008 | 18:02 WIB
Presiden Buka Puasa di Kediaman Ketua DPD - 07 Sep 2008 | 17:51 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data