|
AKHIRNYA Badan Urusan Logistik menguras isi "perutnya". Sejak hak monopolinya dihapus, 2 September lalu, lembaga itu tidak lagi mengurusi tepung terigu, gula pasir, dan kedelai. Itu sebabnya Menteri Perindustrian dan Perdagangan dan Kepala Bulog, Rahardi Ramelan, memutuskan melelang stok tiga komoditi tadi. Sebanyak satu juta ton tepung terigu akan dilelang secara bertahap hingga habis, mulai 22 Oktober 1998. Maksudnya agar pasar tak terganggu pasokan Bulog. Gula pasir (115 ribu ton) pun akan dilelang, sedangkan kedelai (310 ribu ton) akan dibeli Koperasi Pengusaha Tempe Indonesia. Nah, harganya bergantung pada penawar tertinggi peserta lelang, yaitu kelompok industri dan koperasi.
Bagaimana dengan Indofood, yang selama ini menyedot 40 ribu ton atau sekitar 80 persen pasok Bulog? Pabrik mi milik Sudono Salim itu tak bisa ikut lelang, tapi bisa membeli terigu dari peserta lelang--tentu saja dengan harga tertinggi. Keputusan Menteri untuk melelang tiga komoditi tadi sempat ditentang para pejabat Bulog--penolakan yang membuat Menteri marah.
|