Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 02/XXIIIIIII/13 - 19 Oktober 1998
   
Ekonomi dan Bisnis

Primadona Berminyak Itu

CPP bukan sekadar ladang minyak seluas 10 juta hektare. Hingga satu dasawarsa lagi, dataran di pesisir timur Riau ini diperkirakan masih menyimpan 540 juta barel. Konon, CPP merupakan satu cadangan tunggal terbesar di dunia.

Selain basah dengan minyak, blok CPP bisa dikelola dengan murah. Ongkos produksinya cuma US$ 2 per barel. Jika harga minyak US$ 12 per barel, CPP bisa mendatangkan duit bersih US$ 700.000 per hari. Dengan sistem pola bagi hasil 85 (pemerintah) dan 15 (investor), sang pengusaha bisa mengantongi US$ 105.000 per hari. Bayangkan, Rp 1 miliar lebih, saban hari, selama sepuluh tahun!

Barangkali karena itulah, bukan cuma Caltex yang jatuh cinta pada CPP. Para pemain lokal yang lain juga pada berebut. Padahal, untuk menambang CPP bukan soal mudah. Pengelola sumur antik itu mesti menguasi teknologi enhanced oil recovery (EOR). Ini merupakan teknologi menginjeksi uap air untuk menjebak hidrokarbon dalam perut bumi. Selanjutnya, hidrokarbon ini akan mendorong minyak tersembur ke atas.

Rumitkah teknologi EOR? Inilah yang jadi perdebatan. Pertamina mengaku sudah mendidik sejumlah orangnya di Chevron dan Texaco untuk belajar EOR. Jadi, "Soal teknologi tak ada persoalan," kata Sujanto.

Bagi Achmad Kalla, yang selama ini memasok pompa angguk untuk CPP, teknologi EOR juga bukan hambatan. "Ah, sama saja dengan sumur minyak yang lain," katanya. Bedanya, kalau sumur di Jawa pipanya pakai kayu, "Di sini pakai baja dan lebih besar."


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data