Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 01/XXIIIIIII/06 - 12 Oktober 1998
   
Peristiwa

Edi Sudradjat Diganti?

"Dalam waktu dekat kita merencanakan untuk melakukan pergantian antarwaktu," ujar Akbar Tandjung, Ketua Umum Golkar Pusat, kepada TEMPO. Belum jelas siapa saja anggota Golkar yang bakal di-recall, yang disebut-sebut adalah Indra Bambang Utoyo, Thomas Suyatno, Edi Sudrajat, Siswono Yudohusodo, Hayono Isman, dan Sarwono Kusumaatmadja. Kabarnya, semula ada 31 orang anggota DPR dan MPR yang bakal terdepak, tapi setelah pertemuan di rumah Presiden Habibie tanggal 29 September lalu, jumlahnya kemudian menyusut.

Pemicu recalling ini, menurut Indra Bambang Utoyo, adalah pembangkangan beberapa anggota Golkar di DPR untuk memilih Billy Judono sebagai ketua Badan Pemeriksa Keuangan seperti yang diperintahkan oleh Harmoko dan Abdul Gafur--Ketua dan Wakil Ketua DPR/MPR. Mereka tetap mencalonkan Mar’ie Muhammad. Bagi pengamat politik Riswanda Himawan, ini merupakan aksi pembersihan kubu Edi Sudradjat-Siswono-Sarwono oleh kubu Akbar Tandjung-Habibie-Harmoko menjelang Sidang Istimewa MPR

* * *


Brimob vs. Kavaleri


Selasa, 29 September lalu, terjadi "perang saudara" antara aparat Brimob Polri dan Kavaleri TNI-AD di Pontianak. Awalnya soal sepele, saling ejek sewaktu berpapasan di jalan. Setelah itu, bak dalam pertempuran, sepasukan kavaleri plus panser bersenapan mesin menyerang markas Brimob. Baku tembak di lokasi permukiman padat penduduk itu pun tak terhindarkan.

Akibatnya, di pihak Kavaleri: dua orang tewas dan dua luka-luka. Dari Brimob: dua tewas dan 10 luka-luka. Markas Brimob dan sejumlah bangunan penduduk pun rusak. Selama tiga jam ruas jalan yang menghubungkan kota dan bandara ditutup. Kepanikan melanda warga. "Ini akibat kebanggaan korps yang sempit," komentar Panglima ABRI Wiranto, sambil menegaskan akan menindak semua yang terlibat. Akhir-akhir ini, memang terkesan adanya ketegangan antara Polri--khususnya Brimob--dan TNI-AD. Hal itu terlihat terutama setelah munculnya kasus penembakan mahasiswa Trisakti.

* * *


Larangan Monopoli


"Saya yakin ini akan gol," kata Rambe Kamarul Zaman, anggota Fraksi Karya Pembangunan, yang merupakan pengusul rancangan undang-undang tentang larangan praktek monopoli, kepada TEMPO. Rancangan yang mulai dibahas di Sidang Paripurna pada Jumat, 2 Oktober lalu ini merupakan angin segar karena untuk pertama kali sejak 1971 DPR menggunakan hak inisiatifnya. Ada 34 anggota dewan dari keempat fraksi: FKP, FPP, FPDI, dan F-ABRI yang mendukung rancangan undang-undang yang membidik praktek monopoli dalam arti sempit maupun luas ini. Itu berarti sesuai dengan persyaratan tata tertib DPR, yang menyebutkan jumlah pengusul minimal 10 orang dan berasal lebih dari satu fraksi.

* * *


Rumah Arifin Panigoro Diserbu


Jumat siang, 2 Oktober, sekitar 200 orang melempari rumah Arifin Panigoro di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Akibatnya, sebuah sedan milik staf pengusaha grup Medco itu hancur dan kaca depan mobil Mercy milik Arifin pecah. Tapi mereka tak bisa masuk ke halaman rumah karena ditahan aparat.

Muslimin, juru bicara Front Penyelamat Bangsa, menuduh pengusaha minyak itu mendanai aksi-aksi demonstrasi mahasiswa belakangan ini. Karena itu, dalam pertemuan dengan Arifin, ia mengultimatumnya agar Arifin menghentikan kegiatan. Tuduhan itu dibantah oleh Arifin, yang mengaku rumahnya kerap dijadikan kegiatan sosial. Lalu, apakah ia akan mundur dari kegiatannya? ‘’Selama saya yakin tidak bersalah, mengapa harus mundur?’’ ujarnya.

* * *


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data