Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 50/XXIII/12 - 18 Februari 1994
   
Kolom Pembaca

Nasib buruh jermal

Memang tragis nasib buruh jermal (tempat penangkapan ikan) di kawasan
perairan pantai timur Sumatera Utara. Belum lagi tuntas kasus ribuan buruh
anak dieksploitasi secara tidak manusiawi pada jermal di Tanjungbalai, dan
kasus penculikan buruh anak (Roy, Minus, dan Lungguk), kini muncul berita di
media massa di Medan, 10 Januari 1994.

Kedua koran tersebut memberitakan, dua buruh jermal terapung- apung di Selat
Malaka. Hendri Hasibuan (18 tahun) dan Pandi Nainggolan (17 tahun), demikian
nama kedua buruh tersebut, nekat melarikan diri dari jermal, menembus lautan
Selat Malaka karena tidak tahan beban perbudakan di jermal "Hai Hong",
tempat mereka bekerja.

Lembaga Advokasi Anak Indonesia Pusat (LAAI-Pusat) memprihatinkan problem
anak dan buruh anak ini.

1. LAAI-Pusat merasa prihatin atas perlakuan tidak manusiawi terhadap buruh
jermal di kawasan perairan pantai timur Sumatera Utara. Peristiwa Hendri
Hasibuan dan Pandi Nainggolan tersebut menguatkan fakta yang ditemukan oleh
tim investigasi LAAI-Pusat bahwa benar terjadi sistem perbudakan yang tak
berperi kemanusiaan dan pelanggaran hukum perburuhan pada jermal-jermal di
kawasan tersebut.

2. LAAI-Pusat, sekali lagi, meminta kepada Kanwil Depnaker Tingkat I Sumatera
Utara, Lantamal I Belawan, Kapoldasu, dan instansi terkait lainnya agar segera
menindak oknum pengusaha jermal dan segera menyeretnya ke pengadilan, seperti
yang pernah dijanjikan Kepala Kanwil Depnaker Tingkat I Sumatera Utara dalam
kasus buruh anak jermal Tanjungbalai.

3. LAAI-Pusat siap mendampingi Hendri dan Pandi dan membela hak-hak mereka
sebagai warga negara Indonesia dan hak-haknya menurut ketentuan hukum yang
berlaku.


MOHAMMAD JONI, S.H. ERWINTA SIREGAR, S.H.
Lembaga Advokat Anak Indonesia
Pusat (LAAI-Pusat) Jalan Sutomo 6 Lantai III Medan 20231


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data