Anggota parlemen cina mau jalan tol Anggota parlemen cina terjerat surat berantai. selain dijanjikan
keberuntungan, mereka juga diancam bala jika tak melanjutkan. sialnya, surat
itu beredar di kalangan wakil rakyat. |
SEJUMLAH wakil rakyat di Negeri Cina dikabarkan kena dijerat permainan surat
berantai. Surat jenis itu lazimnya berisi pilihan keberuntungan atau kesialan.
Kepada si penerima dijanjikan bakal mendapat angin surga jika memperbanyak
surat itu, minimal lima sampai sepuluh kali, dan mengirimkannya kepada sepuluh
alamat lainnya. ''Jangan lewatkan peluang emas ini,'' tulis surat itu, ''sebab
inilah kesempatan untuk menjadi jutawan.''
Iming-iming kaya mendadak alias jalan tol menjadi miliuner itu kemudian
dibumbui angin neraka atawa ancaman gawat. Siapa saja yang mencoba memutus
mata rantai dan tidak meneruskan surat itu kepada orang lain diperingatkan
bakal menyesal seumur hidup. Disebutkan, misalnya, seorang deputi di Sechuan
yang urung mengirimkan surat berantai ini mengalami kecelakaan ketika
bersepeda.
Masih di surat yang sama dicontohkan ada anggota parlemen Mongolia yang
melecehkan surat semacam ini. Nasib buruk menimpa putrinya, ditimpa balok dari
loteng rumahnya. Ngeri, kan? Namun, jika rantai surat itu terjalin hanya di
kalangan anak- anak, mungkin tak menimbulkan penyesalan. Yang kejadian justru
penyambung mata rantai surat takhayul itu adalah para anggota parlemen.
Menurut koran resmi China Youth Daily, yang dikutip Reuters, awal September
lampau, mereka justru menerima edaran surat berantai itu dari seorang anggota
parlemen Hubei. Meski tahu salah langkah, si wakil rakyat, dalam surat
tersebut, memberi catatan betapa risinya dia meneruskan surat semacam itu.
''Sulit dipercaya sampai tuan-tuan terhormat di parlemen mau- maunya mengambil
bagian dalam permainan ko-nyol ini. Kalau sudah begini, bagaimana mungkin kita
tidak cemas?'' tulis koran tadi. Ini barangkali bukan hanya lantaran di masa
kecil kurang happy dan di masa dewasa masih sengsara juga mereka gampang
terperangkap dalam surat yang sarat dengan angin surga dan neraka tadi.
|