Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 27/XXIII/04 - 10 September 1993
   
Surat Dari Redaksi

Surat dari redaksi

Mensekab moerdiono ikut dalam rapat perencanaan isi majalah. ia berperan sebagai peserta, mengusulkan cerita dan berdebat mempertahankan ide. esoknya, ia memberikan ceramah di Tempo.

SEUMUR TEMPO, baru kali ini ada orang luar ikut dalam rapat perencanaan isi
majalah. Itu terjadi Senin pekan lalu. Ketika itu, seseorang yang mengaku
sebagai reporter tamu, muncul ke ruang rapat redaksi, di lantai VIII Gedung
TEMPO di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kehadirannya langsung menjadi
titik perhatian peserta rapat. Soalnya, sang reporter tamu itu tak lain dari
Menteri Sekretaris Negara Moerdiono. ''Sekali- sekali saya yang menilai
bagaimana cara kalian menyusun program kerja. Bukan saya melulu yang
dikerjai...ha...ha...,'' kata Moerdiono.
Kehadiran Moerdiono tak perlu menjadi tanda tanya. Sudah lama sekali malah
sejak ia belum menjadi menteri ia akrab dengan sejumlah orang TEMPO, seperti
Goenawan Mohamad (kini Redaktur Senior), Pemred Fikri Jufri, dan Susanto
Pudjomartono, bekas Redaktur Pelaksana TEMPO, kini memimpin koran Jakarta
Post. Sudah lama pula, Linda Djalil, reporter TEMPO yang sering nongkrong di
Sekretariat Negara, mengundang Pak Moer ke TEMPO. Tapi rupanya Pak Moer belum
punya waktu. Belakangan Linda kembali mengundang Moerdiono untuk memberikan
ceramah dalam sebuah acara intern di TEMPO. Ternyata kali ini Moerdiono
menyanggupinya. Tapi selain itu, ia ingin pula menghadiri rapat perencanaan,
rapat intern TEMPO yang membicarakan rencana isi majalah.
Duduk di deretan kursi pimpinan rapat rapat itu dipimpin Fikri Jufri dan
Redaktur Eksekutif Herry Komar Moerdiono tak main-main. Ia berperan sebagai
seorang peserta rapat. Ia mengusulkan cerita, lalu terlibat dalam perdebatan
dengan peserta rapat lainnya untuk mempertahankan usulannya. Sering pula ia
mempertanyakan layak-tidaknya sebuah cerita yang diusulkan peserta lain, dan
kriteria yang digunakannya adalah kriteria baku yang ada di TEMPO: kehangatan,
magnitude, keunikan, tokoh, dan sebagainya. Ia pun segera saja akrab dengan
istilah angle alias sudut pandang dari sebuah cerita yang akan ditulis. Begitu
mendengar ada usul cerita dari seseorang, ia langsung bertanya, ''Angle-nya
apa?'' Peserta rapat pun ger.... Soalnya, pertanyaan serupa sering muncul
dalam rapat perencanaan TEMPO. Sebagai majalah berita yang terbit mingguan,
soal memilih angle cerita teramat penting bagi kami. Hanya dengan kejelian
memilih angle yang tepat, kami bisa menampilkan tulisan yang tetap menarik
dibaca, sekalipun cerita itu telah ditulis koran.
Hampir empat jam Moerdiono larut bersama kami. Bicaranya lancar, amat berbeda
dengan penampilannya di layar televisi. ''Kalau di televisi ada tanggung
jawabnya,'' kata Moerdiono. Celetukan-celetukannya meluncur deras meramaikan
suasana. Salah satu celetukan favorit Moerdiono adalah potongan dialog film
Naga Bonar: ''Apalah kata dunia'', dan itu diucapkannya dengan meniru dialek
Batak. Tampaknya, ia tahu persis suasana rapat di TEMPO.
Keesokan harinya Moerdiono hadir lagi di TEMPO. Kali ini ia memberikan
ceramah dalam sebuah diskusi bertema: Harapan Masyarakat terhadap TEMPO. Acara
ini diselenggarakan oleh perusahaan sebagai sarana untuk mencari masukan guna
menyusun rencana strategi lima tahun, 1994-1998. Setelah acara itu, Moerdiono
meninjau ruang kerja redaksi dan perpustakaan. Ia lama terbenam di ruang
desain visual, menyaksikan tim desain TEMPO mendemonstrasikan cara merancang
cover majalah. ''Saya senang bisa ikut rapat perencanaan. Informasi yang
diperoleh cukup banyak, tapi masih banyak yang harus dicek pada sumber yang
berkompeten,'' katanya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data