Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 26/XXIII/28 Agustus - 03 September 1993
   
Surat Dari Redaksi

Surat dari redaksi

Laporan utama kali ini tentang cina. ditulis oleh mohamad cholid. ia pernah mengunjungi cina tiga kali. banyak hal yang menarik dari negeri ini.

DI luar masalah dalam negeri, Cina termasuk sering menjadi Laporan Utama
majalah ini. Ini bukan saja karena di negeri yang disebut-sebut bakal menjadi
superkuat itu sering terjadi peristiwa yang layak menjadi berita berskala
internasional, tapi juga karena TEMPO pernah mempunyai dua wartawan yang
berlatar belakang sinologi.
Dalam rapat-rapat perencanaan, bila diusulkan menulis tentang Cina oleh salah
satu atau keduanya sekaligus, biasanya sulit dibantah apalagi bila dibumbui
dengan omong Cina, hingga pemimpin rapat, biasanya Pemimpin Redaksi atau
Redaktur Eksekutif, tak mampu membalas dengan bahasa yang sama. Tapi Laporan
Utama kali ini diluluskan oleh rapat perencanaan bukan karena Mohamad Cholid,
salah seorang sinolog itu, menyampaikannya dalam bahasa Cina yang fasih hingga
anggota rapat tak paham. Melainkan dengan kriteria berita layak TEMPO yang
dimaklumi oleh semua anggota redaksi.
Kriteria itu, antara lain, adalah yang dinamakan newspeg, atau cantolan
berita. Cholid, demikian di TEMPO dia dipanggil, mengusulkan agar ulang tahun
ke-89 Deng Xiaoping, Ahad 22 Agustus, tak dilewatkan begitu saja. Masalahnya,
kabar tentang ''kaisar'' reformis Cina itu belakangan simpang-siur. Di Hong
Kong, Deng dikabarkan sudah dying alias tak ada harapan lagi. Meski segera
muncul penjelasan resmi dari Beijing, sang sesepuh dalam keadaan sehat tak
kurang suatu apa.
Justru, kata sang pengusul dengan suara agak naik, penjelasan Beijing itu
patut diwaspadai sebagai pembenaran bahwa Deng, menjelang ulang tahunnya itu,
kesehatannya diragukan. Ini memang ironis. Deng, yang disebut-sebut sebagai
pembawa reformasi Cina, kabar tentang dirinya malah tak ikut ''direformasi'',
tapi ditutup-tutupi, seperti gaya Cina masa pra-reformasi dalam memberitakan
kesehatan para pemimpin penting mereka.
Tapi tentu saja Cholid tak sedang mengusulkan sebuah obituari. Tentang Deng,
sudah beberapa kali majalah ini menyajikannya, bukan hanya di rubrik Luar
Negeri, tapi juga di Selingan. Yang diusulkannya, bagaimana kalau Cina
ditinggalkan Deng, yang, meskipun tak lagi menjabat apa pun dan dikabarkan
kesehatannya memburuk, tetap saja dianggap ''sesepuh tertinggi''. Adakah
sepeninggalnya Cina akan tetap stabil, atau sebaliknya? Ini menarik karena
belakangan ini sejumlah warga negara Indonesia menanamkan modalnya di sana.
Singkat kata, disetujuilah usul wartawan yang sudah tiga kali mengunjungi
Cina, dan sudah pula menulis sejumlah hal menarik tentang Cina, antara lain
tentang Islam dan Lebaran di Cina itu.
Adapun ahli Cina di TEMPO yang pertama adalah A. Dahana, yang, sayangnya,
sejak September tahun lalu doktor sinologi itu meninggalkan TEMPO untuk
menjadi direktur eksekutif Aminef, sebuah lembaga kerja sama
Indonesia-Amerika. Tapi Dahana, di samping pekerjaannya yang baru, tak
melupakan TEMPO, apalagi Deng. Rupanya, dari kantornya yang berjarak sekitar 4
km dari kantor TEMPO, ia mendengar rencana ini. Tiba-tiba saja datang
artikelnya tentang Cina pasca-Deng, sebelum kami memintanya.
Biasanya Laporan Utama dikerjakan keroyokan. Kali ini hanya Cholid yang
menuliskannya, bukan karena ia mau gagah-gagahan sebagai satu-satunya ahli
Cina di TEMPO, tapi karena Cholid sudah menuliskannya beberapa minggu
sebelumnya. Seperti para pembaca menyimaknya, sudah beberapa waktu ini Cholid
dimutasikan dari rubrik Ekonomi & Bisnis ke Luar Negeri, bergabung dengan Didi
Prambadi.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data