Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 26/XXIII/28 Agustus - 03 September 1993
   
Kesehatan

Cukup Dengan Injeksi Larutan Huazhi

Separah apa pun wasir yang diderita, bisa disembuhkan hanya dengan suntikan sekali atau beberapa kali. Obat tradisional Cina ini cocok bagi mereka yang takut dioperasi.

ROSMANI Pasaribu kini tidak lagi sering menggeserkan pantatnya kalau duduk
berlama-lama. Penyakit wasir atau ambeien yang selama enam tahun mendera ibu
dua anak ini sekarang tak lagi mengusik konsentrasinya. Ia bisa duduk tenang,
juga dalam berbagai pertemuan.
Padahal, dulu, wasirnya tergolong parah. ''Kalau buang hajat besar darah
segar terus mengucur. Dan suka muncul tonjolan,'' kata wanita yang sehari-hari
bekerja sebagai suster di Rumah Sakit Gatot Subroto Jakarta ini.
Rahasia kesembuhannya ternyata bukan di atas meja bedah, tapi pada injeksi
alias suntikan. ''Waktu disuntik ya sakit, lebih sakit dari suntikan biasa,''
katanya mengenang. Tapi dua minggu kemudian wasirnya lenyap. Sampai sekarang
sekitar lima bulan setelah suntikan tak sepotong keluhan pun terdengar dari
mulut perawat itu.
Bukan rahasia lagi, banyak penderita wasir yang sebisa mungkin menghindari
operasi, kendati penyakitnya sudah parah. Rupanya, mereka dihantui perasaan
sakit yang tak terperikan, berhubung daerah dubur tergolong kaya dengan
serabut saraf perasa. Dalam situasi semacam itu, injeksi merupakan pilihan
lain yang lebih berkenan di hati mereka.
Rosmani adalah seorang dari 12 penderita wasir yang mendapat injeksi dari
Dokter Niko M. Manaf. Dengan kegagalan pada satu pasien, bisa dianggap
hasilnya luar biasa. Sebelas orang dinyatakan sembuh total. Biayanya sekali
suntik Rp 100.000 sampai Rp 200.000.
Apa rahasia ramuan atau obat yang diinjeksikan itu? Bagi kita di sini bukan
lagi kejutan besar karena Dokter Niko menggunakan obat tradisional Cina, yang
diberi nama An's Huazhi alias larutan An.
Sabtu pekan lalu, penggunaan obat berupa cairan bening itu diperagakan oleh
penemunya, Profesor Chen Shao-wu, dan Dokter An A-Yue di Rumah Sakit Mitra
Keluarga, Jakarta.
Menurut Dokter An A-Yue, ramuan An's Huazhi diperoleh lewat ekstraksi alami
dari tumbuh-tumbuhan. ''Lebih dari 98 persen pasien tidak kambuh lagi setelah
wasirnya diinjeksi dengan ramuan An's Huazhi. Yang kambuh itu karena ada
kesalahan injeksi,'' katanya setengah berpromosi kepada TEMPO. Hingga kini
lebih dari 10.000 penderita ambeien yang sembuh berkat ramuan itu.
Obat tradisional Cina tersebut diracik dari tiga macam tumbuhan yang katanya
hanya hidup di Cina Daratan. Ramuan tersebut telah diuji secara farmakologis
di Academy of Traditional Chinese Medicine.
Yang menarik, ramuan ini bisa dipakai pada berbagai stadium wasir, dari yang
ringan sampai yang sudah parah. Hal ini terbukti pada peragaan di video yang
mereka siapkan.
Film tersebut memperlihatkan bagaimana pengobatan terhadap pasien yang
menderita wasir ringan (tonjolan yang keluar panjangnya 5-10 sentimeter)
sampai yang gawat (tonjolan yang keluar adalah rektum yang terdorong oleh usus
besar). Pasien tentu saja meringis kesakitan. ''Kasus berat seperti itu harus
dioperasi,'' kata ahli bedah Dokter Christoper Budihardjo.
Ilmu kedokteran Barat memang mengharuskan demikian. Tapi, separah apa pun
ambeien, dengan injeksi larutan An's Huazhi saja, wasir bisa kempis. Tayangan
video menunjukkan, penderita wasir berat bisa sembuh setelah tiga kali
suntikan.
Pada kasus wasir ringan, dalam jangka waktu 15-30 *menit, cukup dengan sekali
suntik, pasien segera sembuh. Untuk kasus berat, kata An A-Ye, perlu tiga kali
suntikan dan waktu penyembuhannya paling lama seminggu. Itu pun tidak perlu
rawat nginap.
Prinsip kerja An's Huazhi adalah melunakkan bekuan darah di pembuluh darah di
sekitar anus penderita wasir. Bekuan darah itulah yang memunculkan benjolan,
hingga penderita mengerang kesakitan ketika buang air besar.
Nah, setelah bekuan mencair, langsung diserap oleh tubuh. Dengan demikian,
tidak terjadi kerusakan jaringan. Tak dapat disangkal, ramuan dari Cina ini
bisa menjadi alternatif penyembuhan untuk mengatasi wasir, terutama bagi yang
takut dioperasi. Metode penyembuhan wasir lewat suntikan sebenarnya bukan hal
baru di dunia kedokteran. Menurut Dokter Soetomo, suntikan hanya digunakan
pada kasus-kasus yang memang memungkinkan untuk injeksi. ''Pada kasus yang
sudah parah, harus tetap dioperasi,'' ujar dokter yang mendalami ilmu hemoroid
dan membuka praktek di daerah Kelapa Gading, Jakarta Timur, ini.
Cara kerja obat dari Cina itu tentu berbeda dari obat yang biasa diinjeksikan
oleh para dokter selama ini. Dokter Christoper biasanya memberikan suntikan
dengan menggunakan obat dari Australia atau Jerman. Obat itu disuntikkan di
daerah sekeliling tonjolan wasir. Akibatnya, daerah sekeliling tonjolan
menebal dan tonjolan itu sendiri mengkerut.
Penderita wasir di Indonesia, menurut Niko, diperkirakan sekitar 10 persen,
dan sebagian besar menyerang mereka yang berusia produktif. Penyakit ini kerap
ditemukan pada ibu-ibu setelah persalinan dan pada mereka yang biasa duduk
berlama- lama serta sering sembelit dan mengidap kelainan pembekuan darah.
Apalagi bagi mereka yang kerap mengejan ketika buang air besar.
''Supaya terhindar dari wasir, sebaiknya banyak makan makanan berserat. Buang
air besar pun lancar. Selain itu, rajinlah melakukan senam lantai,'' tutur
Niko memberi petunjuk tambahan.
Gatot Triyanto, G. Sugrahetty, dan Indrawan


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data