Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 25/XXIII/21 - 27 Agustus 1993
   
Media

Antara kecolongan dan persaingan

Juni lalu, majalah time memajang foto eksklusif tentang pelacur anak laki-laki di moskow. ada kabar, foto itu direkayasa. tapi time membantah. persaingan antar media?

MAJALAH Time kecolongan? Entah, masih simpang-siur. Juni lalu, majalah
terkemuka itu menghadirkan masalah pelacuran di dunia ketiga dan negara bekas
komunis. Hasil investigasi wartawannya dijadikan laporan utama dan dilengkapi
foto seri yang eksklusif dari Moskow, tentang kerja sama seorang pelacur anak
laki-laki dan germonya di lapangan dekat Bolshoi Theatre, Moskow.
Di situ terlihat Marik, berusia delapan tahun, sedang dirias seperti
perempuan. Lantas ada foto germonya, Sasha, membantu Marik memakai rok.
Kemudian, Sasha bersama Marik berangkat bekerja ke Bolshoi Theatre. Di foto
lain terlihat Sasha tawar- menawar dengan seorang pelanggan, dan Marik duduk
dipangku pemakai jasa. Kisah ditutup dengan foto Marik, dan seorang anak kecil
lain, sedang makan bersama Sasha. Di bawahnya tertulis: ''Sebagian janji untuk
anak-anak adalah makanan dan rumah''.
Ternyata ada kabar bahwa foto itu bohong-bohongan alias disutradarai. Itu
hasil kerja sama antara fotografer lepas Alexey Ostrovskiy dan Sasha, yang
kemudian dibeli Time, majalah terbitan AS yang tersebar di seluruh dunia.
Konon, sebelum Time mencetak serial foto itu, sudah ada peringatan dari
Moskow.
Pekan lalu, Marik bersama ibunya diwawancarai para wartawan Barat yang
bertugas di Moskow. Marik bukan anak telantar seperti yang ditulis Time. Marik
berusia 11 tahun, bukan delapan. Dan yang paling penting, Marik bukanlah
pelacur, melainkan seorang anak laki-laki yang dibayar beberapa dolar untuk
berpakaian perempuan.
Dengan bekal wawancara itu, harian Washington Post segera melacak
''penipuan'' itu. Sayangnya, seminggu lebih wartawan Washington Post di Moskow
gagal menemui Sasha, sang germo. Sementara itu, Ostrovskiy raib entah ke mana.
Telepon ke apartemennya tak pernah dijawab.
Tapi Time tetap yakin pada keaslian foto seri itu. ''Kami punya sejumlah
alasan untuk yakin foto itu absah, tetapi memang ada hal yang bisa
dipertanyakan,'' kata James Gaines, Redaktur Pelaksana Time.
Gaines menjelaskan lewat Time edisi pertengahan Agustus ini bahwa
korespondennya di Moskow, Ann Simmons, sudah mewawancarai polisi dan pelacur
lain untuk membuktikan keabsahan foto seri itu. Sasha memang betul germo dan
salah satu anak buahnya adalah Marik. Memang, waktu itu, Marik tak sempat
diwawancarai karena sedang keluar kota.
Setelah tersiar kabar bahwa foto itu hasil ''sandiwara'', Marik segera
dihubungi kembali. Hasilnya, Marik mengaku bekerja untuk Sasha sebagai
pelacur, dan beberapa pelanggannya lebih suka ia berpakaian perempuan. Marik
membenarkan foto itu asli dan ia menyatakan tidak dibayar untuk difoto.
Mengapa kepada wartawan lain ia menyangkal? Kata Marik, itu karena Sasha
menyuruhnya.
Itu versi Time. Malah, Gaines menuduh bahwa Redaktur Foto Reuters di Moskow,
Richard Ellis, membujuk Sasha agar menyangkal keabsahan foto itu. Konon, kata
Gaines, Ellis dan dua temannya bertemu dengan Sasha di taman Bolshoi Theatre.
Sasha, yang membawa tape kecil di sakunya, merekam pembicaraan itu. Tape itu
kemudian diserahkan Ostrovskiy kepada Time. Dalam tape terekam bujukan Ellis
agar Sasha menuntut Time US$ 20.000 dan menolak keabsahan foto seri itu. ''Kau
dan anak-anak itu akan memperoleh uang yang cukup banyak, dan bisa hidup
senang,'' kata Ellis dalam rekaman itu. Kini Gaines melayangkan protes ke
kantor berita Reuters.
Adalah Ellis orang pertama yang menuding Ostrovskiy membuat foto tipuan untuk
dijual kepada Time. Bahwa Marik memberikan keterangan plinplan, bagi Ellis
soal biasa. Kalau Marik mau difoto memakai baju perempuan dengan bayaran
beberapa dolar, tentu ia juga bisa mengaku sebagai pelacur untuk perolehan
dolar yang lain.
Menurut Ellis, foto seri itu bukan satu-satunya foto atau cerita fiktif yang
tersebar di Republik Federal Rusia. ''Setiap hari aku melihat sendiri lusinan
negatif film hasil fotografer dari seluruh negeri ini. Makin banyak saja yang
merencanakan foto dan mengarang ceritanya,'' kata Ellis. Kabarnya, menurut
Ellis, Ostrovskiy memang tidak tahu bahwa foto dengan subjek yang
''dikarang-karang'' itu tidak layak untuk majalah berita.
Frederiquer Lengaigne, fotografer Gamma, memperkuat Ellis. Lengaigne ternyata
sudah ditawari foto seri itu oleh Ostrovsky bulan Mei lalu. Ia menolak karena
foto itu sangat sempurna, jadi ketahuan bohongnya. ''Semuanya kelihatan
dibuat-buat. Semua foto sangat sempurna, dan pengambilan sudut-sudutnya sangat
baik,'' katanya. Waktu itu Lengaigne bertanya kepada Ostrovskiy, mengapa Sasha
mau difoto ketika sedang menjual anak buahnya. Pengakuan Ostrovskiy waktu itu
ini versi Lengaigne karena Sasha orang bodoh yang mau melakukan apa saja untuk
dibayar US$ 40.
Agen foto Sygma dan Agence France Press juga pernah ditawari foto seri itu,
dan mereka menolak. Alasannya, mereka tahu bahwa mobil yang dikatakan
Ostrovskiy milik pelanggan yang sedang menawar Marik sebenarnya adalah milik
teman Ostrovskiy. Mobil itu sudah pernah muncul sebanyak tiga kali dalam
foto-foto yang dibuat oleh teman Ostrovskiy.
Tak jelas siapa yang benar. Gaines dan Ellis saling bertahan. Adakah ini
persaingan yang tak sehat antara Time dan Reuters di Rusia?
Liston P. Siregar (Jakarta) dan Bambang Harymurti (Washington, D.C.)


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data