Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 25/XXIII/21 - 27 Agustus 1993
   
Daftar berita Kolom
Sudah dimasuki teologi kontemporer?
Tanggapan pembaca tentang tulisan huria kristen batak protestan, (Tempo 17 juli 1993, komentar). 
Mengoptimalkan pelaksaan peraturan hukum
Tanggapan pembaca tentang kredit macet. penagihan kredit bisa ditingkatkan, dengan mengoptimalkan peraturan hukum, fungsi lembaga hukum dan peradilan yang ada. 
Seandainya dibentuk koperasi
Tanggapan pembaca tentang perbandingan aktiva taspen dan aktiva bank pemerintah, tempo 24 juli 1993, hal. 89. perbandingan tsb dianggap tidak relevan. 
Misteri ''indonesia''
Kisah muluk nasution dan pemberontakan silungkang memberikan kesaksian bahwa konsep "indonesia" lebih dulu lahir dalam kesadaran rakyat kecil. 
Beberapa tanggapan
Tanggapan pembaca pada tulisan komentar, tempo 10 juli 1993, tentang masjidil aqsa, kiblat dan haji. 
Kemerdekaan dan tinggal landas
Tingkat pengangguran terselubung di indonesia masih tinggi. diperkirakan tahun 2020-an seluruh tenaga kerja baru akan terpakai. struktur industri di indonesia penyebab lambannya pertumbuhan ekonomi. 
Hosokawa dan keterbukaan ketiga
Kabinet baru jepang yang dipimpin morihito hosokawa diduga tidak akan bertahan lama. kursi koalisi non-ldp terlalu tipis. permusuhan dagang as dengan jepang akan merugikan asia. 
Sesulit-sulit yang di atas, lebih susah yang di bawah
Pemerintah indonesia harus dibiasakan menerima kritikan internasional sehubungan dengan pelanggaran hak asasi manusia dan lingkungan hidup. ada kaitannya dengan per- saingan bisnis. 
Politik dagang raksasa terluka
Pengaitan kampanye hak pekerja dengan pencabutan gsp oleh as kepada indonesia menjadi teka-teki. padahal di indonesia sudah mulai ada keterbukaan dan demokratisasi. 
Datang atau tak datang di seattle
Sikap asean sangat hati-hati terhadap pertemuan apec yang akan diselenggarakan di seattle, as. khawatir akan memperle- mah kerja sama asean. pertemuan akan didominasi negara- negara maju. 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data