Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 23/XXIII/07 - 13 Agustus 1993
   
Olahraga

Antara partai tunda dan partai simpatik

Pertama kalinya indonesia menyelenggarakan kejuaraan dunia interzone untuk pecatur wanita. bagaimana kans tuan rumah setelah latihan intensif dua bulan?

JAKARTA diguncang 44 pecatur wanita dari 30 negara. Dari turnamen interzone
yang baru pertama kali dilangsungkan di Indonesia ini dipilih enam pecatur
terbaik. Lalu mereka diadu dengan kandidat penantang juara dunia. ''Dan
pemenangnya berkesempatan menghadapi Xie Jun, juara dunia 1992 dari Cina,''
kata Ir. Eka Putra Wirya, pimpinan tim Indonesia.
Turnamen berbiaya sekitar Rp 400 juta itu semula akan diselenggarakan di
Swiss. Berkat lobi PB Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) di Federasi
Catur Dunia (FIDE), maka Presiden FIDE F. Campomanes menunjuk Jakarta menjadi
tuan rumah. Kepercayaan ini tumbuh antara lain karena prestasi pecatur putri
Indonesia mulai mencuat. Terakhir, Lindri Yuni Widjajanti, juara Zona
Asia-Pasifik, Desember 1992. Itulah sukses tertinggi Indonesia sejak 32 tahun
lalu jadi anggota FIDE.
Turnamen yang memperebutkan hadiah total sekitar Rp 55 juta ini, sepertiganya
menjadi hak juara pertama. Dan, bagi yang tidak juara, panitia menyediakan
''bonus'' berlibur ke tempat rekreasi Taman Ancol, Taman Mini, dan Taman
Safari. Ini partai simpatik dari PB Percasi.
Maka, semua pecatur wanita itu muncul di Sahid Jaya Hotel mulai 31 Juli
hingga 16 Agustus ini. Georgia negara pecahan bekas Uni Soviet bahkan
menurunkan lima pemain dengan didampingi delapan pelatih. Jagoan itu,
misalnya, GM (grandmaster) Maya Chiburdanidze, 32 tahun. Ia ber-elo rating
2.510 dan juara dunia 1978-1992. Gelar GM diraihnya di turnamen kaum pria.
Lalu ada GM Nona Gaprindashvili, 52 tahun, juara dunia 1962- 1978. Dua
rekannya, Katevan Arakhamia dan Nino Gurieli, bergelar GM wanita. Seorang
lagi, Nino Khourtside, adalah Master Fide Wanita (WFM). Peserta lain yang
bergelar GM adalah Pia Cramling dari Swedia, yang ber-elo rating tertinggi:
2.525. Untuk pembanding, GM Utut Adianto kini ber-elo rating 2.490. ''Saya
dalam kondisi terbaik, dan punya kans menang,'' kata Cramling, 30 tahun. Lawan
terberatnya adalah Chiburdanidse. ''Dia bagus sekali,'' puji gadis ini.
Indonesia menurunkan WIM (Master Internasional Wanita) Lindri Yuni Widjajanti
(2.185), WIM Lisa K. Lumongdong (2.085), dan MF (Master Fide) Maria R. Lucia
(2.195). Mampukah mereka masuk dalam enam besar? Melihat prestasi lawan-lawan
tadi, di atas kertas, kubu tuan rumah agaknya bakal terseok. ''Kita tak usah
kecil hati,'' kata Machnan R. Kamaluddin, ketua penyelenggara. Peluang tetap
ada. Dan jika kalah, menurut Eka, ''Itu cuma penundaan kemenangan. Lihat saja
dua tahun lagi.''
Optimisme ini muncul karena situasi di pelatnas. Gemblengan diterapkan sejak
dua bulan lalu. Eka memboyong ketiga pemain itu ke Enerpac sekolah catur
miliknya di Roxy, Jalan Hasyim Ashari, Jakarta. Pagi hingga sore mereka
latihan di situ, dan malamnya diasramakan. Di sekolah catur itu, mereka
menyimak tiga komputer berisi tiga ribu tipe permainan jago-jago dunia.
''Pemain kita itu malas baca buku. Jika pakai komputer kan kayak bermain
saja,'' kata Eka. Dalam uji coba dengan komputer ini, pemain diharuskan
melangkah 30 kali dalam tempo satu jam. Ini untuk membiasakan berpikir cepat
di saat kepepet. Mereka dibimbing pelatih Edhi Handoko, Ruben Gunawan, Syarief
Machmud, Hendri Jamal, dan Ivan Jonathan.
''Kemajuan Lindri, Lusi, dan Lisa cukup pesat,'' kata Edhi. Lindri, misalnya
(memainkan kesukaannya, Hindia Raja, jika pegang buah hitam), telah
menyempurnakan opening-nya. Kecerobohan Lusi, yang ingin cepat menyudahi
permainan selagi di atas angin, kini bisa diatasi. Lisa juga dibenahi
permainannya cenderung tumpul di tengah dan akhir permainan.
Jika selama ini mereka cuma berlatih 3 jam sehari, begitu masuk pelatnas
malah digenjot 7-8 jam sehari. Awalnya mereka merasa pusing, tapi sekarang
tidak lagi. Gemblengan ini untuk mengatasi partai tunda yang bisa menyita
waktu hingga delapan jam lawan-lawan mereka biasa berlatih 10 jam sehari.
Untuk menunjang stamina, tiap sore mereka juga dilatih fitnes sejam per hari.
Dan berkat pola latihan intensif tadi, pemain putri sudah mampu berpikir
melangkahkan enam buah caturnya, yang per buahnya bisa bervariasi hingga tujuh
langkah. ''Jadi, mereka sudah bisa berpikir sampai 40 langkah,'' kata Edhi.
Teknik dibenahi, stamina ditingkatkan, dan gizi juga dipenuhi. Sebab, tanpa
gizi yang memadai, pemain bisa loyo. Bermain lima jam itu kalori yang
dibutuhkan sama saja dengan main tinju 15 ronde. Begitu selesai duel, banyak
pemain tampak loyo. Beberapa tahun lalu, saking lamanya bertarung, leher
Lindri malah tak bisa digerakkan, ''Kelenjar getah leher saya berlebihan,''
katanya.
Dalam hal makan, menurut Edhi Handoko, tidak mustahil jadi sandungan bagi
pemain asing. Siapa tahu mereka kurang cocok selera, ogah-ogahan makan, dan
buntutnya kurang berpikir jernih. Namun, terlepas dari kendala tadi, Lindri
menyadari kemampuannya. Cramling, Chiburdanidze, maupun Gaprindashvili sangat
prima. ''Kelas kami jauh sekali. Segala macam opening dari A sampai H mereka
kuasai dengan baik,'' katanya.
Walau demikian, Lindri, 30 tahun, tetap berambisi. ''Kalau bisa, ya, meraih
gelar grandmaster di sini,'' katanya. Lisa dan Lusi mereka tampil sebagai
jatah untuk tuan rumah juga berharap sama. Bermain catur itu selalu ada
kejutan. Lusi, misalnya, mulai bisa mengontrol diri. Dulu ia cuma berpikir
empat langkah ke depan. ''Sekarang enam hingga tujuh langkah,'' katanya.
Widi Yarmanto dan Andy Reza Rohadian


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data