Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 23/XXIII/07 - 13 Agustus 1993
   
Daftar berita Ekonomi dan Bisnis
Kredit macet bukan main-main pendulum
Kerugian besar menimpa pt askrindo, wewenang menkeu, wawancara dan profil mar'ie muhammad. kebijaksanaan pemerintah di bidang keuangan. 
Tiga bulan yang mendebarkan
Kini, tiba giliran askrindo dihantam rugi rp 400 miliar. dan bertambah lagi pr bagi menteri keuangan mar'ie muhammad, setelah masalah inflasi, taspen, dan kredit macet. 
Mar'ie, si gelandang moneter
Ada anggapan kekuasaan menteri keuangan terlalu besar. dialah ketua dewan moneter, yang mengatur dan bertanggung jawab terhadap utang luar negeri. 
Kredit macet bukan main-main
Mar'ie muhammad bicara serius tentang akibat panjang kredit macet, distorsi ekonomi, dan stagflasi. dia tidak setuju jika pma kembali diberi tax holiday, tapi berjanji akan memudahkan perizinan lewat paket baru deregulasi. 
Seorang loyalis yang tahu medan
Namanya mulai berbunyi ketika ali wardhana mengangkatnya menjadi direktur persero. dikenal sebagai pejabat yang sangat loyal kepada institusi. penyelamat hutan torgamba. 
Ekspansi tapi terkendali
Setelah mengekang laju inflasi, masih banyak tantangan bagi mar'ie. yang penting, menggerakkan roda investasi, juga penertiban lewat undang-undang pasar modal dan pasar uang. 
Katebelece dari nasrudin
Lima pucuk surat mantan menteri muda keuangan telah menghidupkan lagi harga patokan impor. padahal, ketentuan ini sudah dicabut sejak 1985. importir protes. 
Ruginya sang penjamin
Askrindo rugi sekitar rp 390 miliar. pemerintah siap menambah setoran modal sekitar rp 91 miliar. benarkah askrindo telah berjalan di luar jalur? 
Unjuk rasa pengusaha
Sejumlah pengusaha garmen berniat hengkang dari kawasan berikat nusantara. alasannya: tidak efisien dan banyak pungutan ekstra. 
Dulu monopoli, sekarang?
Akan ada tiga pabrik tepung terigu yang baru, yang bekerja sama dengan bogasari flour mills. maka, jangan harap harga tepung bisa turun. 
Eka tjipta akuisisi gowa?
Alih kepemilikan pt pabrik kertas gowa dari pemerintah ke swasta dirundingkan pekan-pekan ini. bumn itu rugi dan tak lagi berproduksi. 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data