Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 22/XXIII/31 Juli - 06 Agustus 1993
   
Kesehatan

Suatu upaya untuk memperpanjang

Bagaimana kalau alat vital pria diperpanjang 50% dari panjang aslinya? menurut para ahli, tidak berbahaya. namun, saluran kencing bagaimana?

SIMBOL manusia pria, yang oleh dunia kedokteran sering disebut penis, sejak
dulu sudah merupakan tolok ukur bagi keperkasaan atau tepatnya kejantanan kaum
Adam. Belum lama berselang, ada kabar gembira khusus untuk para lelaki yang
kurang beruntung dalam urusan simbol itu, semata-mata karena ukurannya yang di
bawah rata-rata.
Nah, demi itu simbol, seorang dokter dari benua Cina menawarkan teknik baru
yang kabarnya efektif untuk menyempurnakan alat vital pria. Dokter Deo Chou
Long, demikian namanya, telah mengembangkan teknik bedah plastik bagi penis,
yang sudah pula diturunkannya kepada dua dokter bedah, yakni Hennie C. Roos
dan Irving Lissoos.
Dokter Long setiap minggu paling sedikit menolong 1.000 orang pria yang
menghendaki agar alat vitalnya dipanjangkan. Sedangkan Dokter Roos telah
sukses memperpanjang penis 73 pria. Rata-rata alat kelamin mereka bisa
dipanjangkan 50 persen dari panjang aslinya atau sekitar 4 sentimeter.
Menjawab pertanyaan TEMPO, Dokter Roos kini bekerja di Rumah Sakit Millpark,
Johannesburg, Afrika Selatan menjelaskan bahwa ia membagi proses operasi
dalam tiga tahap. Sebelum operasi, pasien dibius total. Saat itu penis harus
dalam keadaan ereksi (tegang). Lalu, dilakukan pengupasan berbentuk segi tiga
di bagian kulit atas dekat pangkal penis.
Selanjutnya, tim dokter melepaskan persendian antara penis dan tulang tempat
akar penis (crura) melekat. Barulah penis dibetot alias ditarik. Pada tahap
ini, penis ''baru'' itu sudah lebih panjang dari aslinya.
Operasi ini meminta waktu sekitar satu jam. ''Dan tidak mempengaruhi
kemampuan seksual, fungsi reproduksi, ataupun jalannya air kencing pasien,''
kata Dokter Roos, memastikan.
Sayang sekali, menurut Roos lagi, operasi yang menelan biaya sekitar 2.000
poundsterling (kira-kira Rp 6 juta) ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang
memiliki cacat bawaan atau cacat karena trauma. Tapi bisa juga bagi mereka
yang terlahir dengan alat vital sangat kecil (microphallus), yakni di bawah
rata- rata (panjang penis normal saat ereksi 1115 sentimeter).
''Kami juga melakukan operasi pemanjangan bagi pria yang punya masalah
psikologis,'' kata ahli bedah plastik yang pernah belajar di Perancis dan
Taiwan itu. Bahkan, operasi bisa dilakukan terhadap mereka yang mengalami
kecelakaan ketika dikhitan misalnya karena dokter teledor hingga penis si
anak terpotong pendek.
Apakah ada perbedaan antara sebelum dan setelah dioperasi? Penis yang telah
ditarik, menurut Roos, akan bekerja sebaik seperti belum pernah dioperasi.
Fungsi seksualnya tidak berubah. Bahkan, berdasarkan pengalaman sejumlah
pasien di Cina, mereka justru bisa menikmati fungsi seksualnya secara lebih
baik.
Bagi seorang pasien, manfaat yang paling nyata adalah mereka mendapatkan apa
yang mereka harapkan, yaitu simbol kejantanan. ''Memang kami menyadari ukuran
ini bukan awal atau akhir hubungan seksual. Namun, karena pertimbangan
psikologis, ukuran penis punya peranan penting dalam kehidupan seksual kaum
pria, persepsi diri, dan identitas diri laki-laki,'' katanya.
Yang perlu diperhatikan bagi pasien yang telah dioperasi, mereka harus
menunda persetubuhan selama tiga minggu. Bahkan, supaya lebih aman, sebaiknya
setelah tiga bulan.
Mengomentari hasil operasi tersebut, ahli urologi Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, Dokter Djoko Rahardjo, berpendapat bahwa apa yang
dilakukan Long dan Roos itu sangat mungkin. Sebab, prinsipnya mereka tidak
memperbesar, tapi memperpanjang, berarti mengedepankan bagian batang penis.
Pemanjangan itu, menurut Kepala Subbagian Urologi Rumah Sakit Cipto
Mangunkusmo Jakarta ini, bisa saja dilakukan asal tidak sampai melebihi
panjang akar penis. Soalnya, tempat gantungan penis mempunyai panjang yang
terbatas.
Kalau pegangannya tiga sentimeter, misalnya, penis masih dapat dimajukan satu
setengah sentimeter. ''Nah, kalau dimajukan sampai akarnya habis, nanti tidak
mampu tegak dan malah kawir-kawir,'' katanya sambil tersenyum.
Apakah benar kemampuan ereksi setelah operasi tidak terganggu? Hal itu
dibenarkan Djoko Rahardjo, lantaran proses operasi ini hanya menarik batang
penis dari akarnya. Sedangkan tabung darah (corpus cavernosum) tabung supaya
penis mampu ereksi tidak diusik. Sebab, tabung ini pada proses ereksi akan
berisi darah, yang selanjutnya membuat batang kemaluan bisa menegang. ''Hanya,
pada proses operasi ini, semua tabungnya dimajukan. Jadi tidak mengganggu
tabung itu sendiri,'' katanya.
Cuma, yang belum jelas, katanya, bagaimana dengan saluran kencing. Apakah
tidak mengalami gangguan ketika batang itu ditarik? Masalahnya, ketika batang
penis didorong ke depan, semua tabung (ada tiga tabung, satu di antaranya
tempat saluran kencing) juga akan ikut maju. Nah, apakah saluran kencing tidak
akan mengalami gangguan? Ini yang belum jelas.
Sebenarnya, kalau teknik pemanjangan ini untuk mengatasi kecelakaan khitanan,
bisa-bisa saja. Toh teknik semacam itu bukan satu-satunya. Dengan teknik bedah
mikro, penis yang putus kini bisa disambung lagi. Syaratnya satu, barang yang
terputus masih ada dan tidak lebih dari satu jam hilang.
Gatot Triyanto dan Sri Wahyuni


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data