Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 21/XXIII/24 - 30 Juli 1993
   
Komputer

Melaju sebuah kelas baru

Setelah 5 tahun, komputer ibm as/400 bahkan kian dikembangkan. pengguna jangan cemas, produk ini bisa dikembangkan 5 tahun lagi. disaingi produk sejenis lebih kecil.

KOMPUTER bisa diibaratkan anak remaja yang gandrung gonta- ganti mode. Dan
dalam bisnis komputer, memang ada semacam tradisi: setelah lima tahun, suatu
produk lumrah mati atau dimatikan. Modelnya diganti dan diberi kemasan baru.
Lain halnya terobosan yang dibuat IBM. Produknya, Application System 400 atau
IBM AS/400, yang pertama kalinya diperkenalkan pertengahan tahun 1988,
bukannya dimatikan. Produk itu justru dikembangkan untuk untuk lima tahun
lagi.
Inilah yang diungkapkan oleh John M. Thompson pada penutupan pertemuan tiga
hari dengan sejumlah wartawan dan konsultan sedunia di markas IBM, Rochester,
Minnessota, Amerika, yang diselenggarakan lembaga Application Business System
(ABS), akhir Juni lalu. Senior Vice President IBM dan General Manager ABS itu
menekankan sikap keterbukaan dan komitmennya pada dorongan pasar,
mempertahankan kelebihan kompetitif menghadapi perubahan serba cepat industri
komputer.
Untuk itu, selama lima tahun mendatang titik berat pengembangan AS/400 adalah
pada segi open system (yang terbuka dengan sistem yang lain), dengan terminal
yang juga berfungsi mengolah data (client-server) dan berorientasi ke sasaran
teknologi. Di samping itu, tentu ada fungsi lain, yakni system management,
data base, networking, dan multimedia. Dewasa ini yang tengah dipasarkan
adalah seri F, yang terdiri dari 14 model. Yang terkecil F02, dengan main
storage 824 MB, dan disk storage 988 MB1,9 GB. Adapun yang terbesar, seri F95,
yang menggunakan empat prosesor paralel built in, kapasitas main storage
128512 MB, dan disk storage 1,97169,1 GB.
AS/400 ini merupakan penjelmaan dan perpaduan kemudahan dari dua sistem
sukses sebelumnya, yakni IBM S/36 dan S/38. Ketika pertama kali diluncurkan,
produk ini mempunyai enam model yang disebut seri B. Keenam model ini, dari
yang terkecil sampai yang terbesar, dilengkapi integrated relational data
base, dan menggunakan sistem operasi yang seragam.
Dengan penyimpanan data terpadu, AS/400 memungkinkan para bos sembari duduk
di kursi kantornya memeriksa situasi unit produksi, distribusi, ataupun posisi
keuangan sekaligus di satu layar monitor. Penampilan data itu pun bisa dibuat
menarik, misalnya lengkap dengan grafik, image, dan suara. Semua proses
berlangsung hanya dalam hitungan detik. Tak heran jika ada yang kemudian
menjulukinya bukan sekadar komputer mainframe, melainkan merupakan ''sebuah
kelas baru dari jenisnya''.
Dalam masa lima tahun sejak diluncurkan, IBM AS/400 telah terpasang di
seluruh dunia lebih dari 225 ribu unit. Dari segi market acceptance, hingga
saat ini AS/400 masih unggul untuk multi-user commercial market, dengan
pendapatan sekitar Rp 29 triliun per tahun. Sampai akhir 1992, AS/400 dapat
disambungkan dengan lebih dari 200 ribu sistem, dan tahun ini siap pula
menampung 50 ribu sistem lagi.
Pada tahun 1990, IBM Rochester, Minnessota, tempat lahirnya AS/400, beroleh
penghargaan Malcolm Baldridge National Quality Award. Inilah penghargaan
paling tinggi dan bergengsi di AS dalam bidang mutu produk. Dua tahun kemudian
didapat pula sertifikasi dari ISO 9000 sebagai pengakuan resmi lembaga mutu
internasional.
Memang, salah satu keunggulan komputer AS/400 ini terletak pada kemampuannya
berkembang secara horisontal dan vertikal. Horisontal dalam arti, pada waktu
baru keluar jumlah modelnya 6, sedangkan kini menjadi 14 buah. Sedangkan
pengembangan vertikal, itu menyangkut kemampuan kerjanya. Misalnya,
dibandingkan dengan model B/10 sampai F/95, peningkatannya mencapai 44 kali
lipat.
Pohon tinggi harus siap diterpa angin, kata orang. Produk AS/400, hanya
berselang dua tahun, langsung ada yang menggandengnya, yakni jenis komputer
lebih kecil hasil rekayasa Stanford University Network (SUN), di Amerika juga,
dengan sis- tem operasinya yang disebut Unix. AS/400 sosoknya hampir segede
almari, tapi SUN lebih kecil, dengan kapasitas setara. Harga dibanting, hanya
seperlimanya.
Tampaknya pihak IBM terusik juga, sampai perlu melahirkan produk RISC-6000,
khusus untuk menghadang produk SUN. Namun, sebagai raksasa industri komputer,
pihak IBM belum tergoyahkan. Sebab, produknya luas diakui stabil untuk
dikembangkan. Beda dengan produk SUN, yang sepintas mungkin murah. Dalam
prakteknya di belakang hari, ''Cukup memusingkan, karena kami harus
memasangnya sendiri,'' kata seorang pemakai jasa komputer.
Di Indonesia, sejauh ini animo masih cenderung ke IBM AS/400. Dengan harga
US$ 29.000 atau sekitar Rp 58 juta per unit, sudah termasuk paket pembuatan
perangkat lunak dan pelatihan tenaga operator, IBM mampu menjangkau sekitar
300 instansi baik pemerintah maupun swasta, dari Aceh sampai Irian Jaya.
Misalnya pemerintah daerah, lembaga keuangan, perusahaan minyak, hotel,
perusahaan retailer, dan pabrik. Belum terlalu luas, memang. Atau seperti
dilukiskan seorang pengamat, apresiasi terhadap daya guna komputer di sini
baru seperenamnya Malaysia.
Pandangan awam sering muncul, komputerisasi alias menggebiri tenaga kerja.
Mungkin ini sekadar salah paham. ''Menurut pengalaman kami, tak pernah ada
perusahaan memecat pegawainya semata-mata akibat kehadiran komputer. Dengan
komputer justru produktivitas dapat ditingkatkan,'' kata Bambang M. Jacub dari
PT USI, agen IBM di Indonesia.
Ed Zoelverdi


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data