Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 20/XXIII/17 - 23 Juli 1993
   
Kolom

Surat buat bupati purbalingga

Tanggapan pembaca soal pelarangan berjilbab bagi karyawan di pemda purbalingga (Tempo, 19 juni 1993, nasional)

Setelah membaca ''Larangan Berjilbab'' (TEMPO, 19 Juni, Nasional), saya
bagaikan terjaga dari mimpi buruk. Sebuah kasus yang sangat disayangkan.
Bukankah dewasa ini pemakaian jilbab sudah diterima umum? Ingat kasus beberapa
siswa di Bogor yang membawa masalah itu ke pengadilan, beberapa tahun silam.
Yang membuat saya sangat heran adalah pernyataan Bupati Sularno: ''Tak
memakai jilbab tidaklah berarti mengurangi nilai-nilai beragamanya.'' Menurut
saya, itu suatu pernyataan yang tak beralasan. Sularno mestinya tahu,
berpakaian termasuk dalam nilai keagamaan. Lihat Quran Surat An-Nur 30-31.
Yang terlihat sekarang ini, berjilbab tidaklah menghambat aktivitas dan tidak
mengurangi produktivitas. Bahkan, lebih jauh, berjilbab bisa dikatakan semacam
mengenakan safety belt dalam diri seseorang.
Saya pernah menyaksikan, seorang gadis berjilbab dengan gagah dan tangkasnya
mengendarai traktor membajak ladang perkebunan di Malaysia. Juga di Kuala
Lumpur, perempuan berjilbab dengan cekatan melayani beberapa pelanggan di
loket keuangan. Di stasiun minyak di Brunei pun bisa dilihat wanita-wanita
berjilbab.
Kini bukan masanya lagi mengungkit masalah jilbab. Masalah pakaian termasuk
hal yang sangat pribadi. Marilah kita berpikir bagaimana meningkatkan
produktivitas masyarakat kita.
Disiplin dapat tumbuh dalam diri seseorang melalui aspek keagamaan. Tentu
Bupati Sularno tak ingin melihat anak buahnya rajin bekerja pada saat
ditongkrongi, dan sesudah itu mereka bermain gaple atau catur ataupun ngobrol.
Akan memecat karyawati berjilbab tersebut adalah suatu sikap yang tidak
efisien. Di tengah jutaan penganggur kini, apakah mereka yang sudah bekerja
akan dipecat hanya gara-gara jilbab?
Simpati saya bagi karyawati berjilbab. Tetaplah dalam ketakwaan. Allah SWT
tetap mendengar dan mengetahui.
SUWANDI ABDULLAH No. 2 Kg. Hanching Jalan Muara 3890 Brunei Darussalam


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data