Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 19/XXIII/10 - 16 Juli 1993
   
DUS

Dari cina dengan mesin bayi

Jual beli bayi terungkap setelah pemerintah cina menangkap nyonya qin dan tiga putrinya. mereka sudah 17 kali mengandung bayi untuk dijual ke pemesannya. sudah meraup penghasilan rp 13,5 juta.

BURULAH bayi Cina selama rahim ibunya mampu berproduksi. Ini terungkap setelah pemerintah Cina (RRC) menangkap Nyonya Qin dan tiga putrinya yang dituduh sebagai produsen bayi. Mereka ditahan sejak Maret silam karena ketahuan sudah 17 kali mengandung bayi untuk dijual kepada pemesannya.


Perempuan yang memanfaatkan rahimnya seperti ''mesin bayi'' itu, menurut kantor berita Reuters pekan lalu, menetap di Yangjiao. Rahimnya membawa kemakmuran bagi keluarga perempuan di desa terpencil di daerah pegunungan itu. Selama buka praktek tujuh tahun, Qin dan putri-putrinya mengaut 60 ribu yuan (sekitar Rp 13,5 juta) jumlah luar biasa untuk ukuran desa miskin di Cina.

Konsumen pertamanya seorang lelaki Cina yang ingin memperoleh anak lelaki. Menurut adat setempat, hanya anak lelaki yang berhak menerima warisan kekayaan dari orang tuanya. Bapak yang sudah patah arang itu membayar sekitar Rp 900 ribu untuk menyewa rahim salah satu dari keempat wanita tadi.

Kerja Qin itu, menurut koran sore Tianjin, 27 Juni lalu, didorong oleh suaminya. Si suami bahkan membolehkan Qin sebulan seranjang dengan konsumennya, sebagai proses persemaian bibit manusia. Proyek pertama itu sukses. Sukses ini memancing pria yang mendambakan anak cowok. Dari 17 kali ''panen'', keempat wanita itu melahirkan 12 anak cowok. Lima bayi cewek yang ditolak pemesannya dijual kepada yang berminat. Lazimnya tanpa mempedulikan bayi perempuan yang menampungnya adalah pasangan atau lajang dari Amerika yang mendambakan bayi untuk diadopsi. Ini terungkap Mei lalu.

Dan seorang bapak AS yang sudah mengadopsi bayi dari RRC itu menyebut Negara Tirai Bambu ini sebagai pengeskpor bayi. Di Cina kini banyak bayi perempuan telantar akibat berlakunya aturan keluarga berencana bahwa satu keluarga hanya boleh punya satu anak.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data