Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 10/XXIII/08 - 14 Mei 1993
   
Kriminalitas

Berkedok wisatawan

Dua warga singapura sempat menukarkan sejumlah dolar palsu di beberapa money changer. keduanya ditangkap di mataram.

INDONESIA bisa rugi besar jika ketamuan wisatawan semacam Yew Lee Leong
alias Peter Yew dan Tan Yam Liat. Soalnya, dua warga Singapura berpenampilan
dandy yang mengaku sebagai pengusaha perikanan laut ini membawa sekoper dolar
palsu untuk ditukarkan di sini. Jumat dua pekan lalu, kedua wisatawan itu
ditangkap polisi di Bandara Selaparang, Mataram, ketika bersiap-siap untuk
kabur.
Sebenarnya Yew, 43 tahun, dan Tan, 45 tahun, selama dua bulan terakhir sudah
dua kali melancong ke Nusa Tenggara Barat. Pada paspor kedua orang itu
tercatat tempat kedatangan mereka sebelum bertolak ke Nusa Tenggara Barat:
Bandara Sekupang (Batam) dan Bandara Simpangtiga (Pekanbaru). Diduga, sejak
itu pula mereka menukarkan dolar palsu di sini.
Aksi Yew dan Tan berturut-turut: pada 17 Maret berhasil menukar US$ 35 ribu
di Bank Rakyat Indonesia Cabang Bima, dan dua minggu kemudian menukar lagi US$
100 palsu dan US$ 200 asli di tempat penukaran valuta asing PT Central
Senggigi, Ampenan.
Esoknya, Yew dan Tan datang lagi ke Central Senggigi untuk menukar US$ 25
ribu dengan uang rupiah. Mengingat jumlah dolar yang ditukarkan besar, Central
meminjam alat pengecek keaslian uang. Ternyata, dolar itu, menurut seorang
pegawai Central, tidak diragukan keasliannya, sehingga Yew dan Tan berhasil
mengantongi Rp 51 juta lebih.
Ketika Central menyetorkan dolar Amerika itu ke Bank Umum Nasional (BUN)
Cakranegara, petugas bank tersebut menolak menerimanya. ''Kami tak berani
memastikan dolar itu palsu, tapi kami meragukannya,'' kata petugas itu. Bos
Central, Bintoro Agus, tak segera melapor ke polisi mengenai keraguan BUN
terhadap uang itu. Tak mengherankan bila Yew dan Tan aman berkeliaran di Nusa
Tenggara Barat.
Nasib apes Yew dan Tan baru muncul Kamis dua pekan lalu ketika keduanya, yang
menginap di Hotel Granada, Mataram, menanyakan tempat penukaran dolar kepada
Zulkarnaen, sopir taksi yang mengantar keduanya berkeliling kota. ''Saya kasih
tahu di Ampenan. Mereka menolak. Tapi akhirnya saya mengantar juga ke sana,''
kata Zulkarnaen.
Di Ampenan, Zulkarnaen membawa mereka ke tempat penukaran mata uang asing
Senggigi Artha Andy, yang bersebelahan dengan Central. Zulkarnaen ingin ikut
masuk karena kenal dengan bos Senggigi, tapi mereka melarangnya. Dan rupanya
Senggigi Artha Andy tidak bisa mereka kibuli.
Seusai makan malam di Sunshine Restaurant Senggigi, mereka menyelipkan US$
100 ke tangan Zulkarnaen dan minta dikirimi dua pelacur ke hotel. Esoknya,
Zulkarnaen menukarkan dolar itu ke BNI Mataram, tapi ditolak karena ketahuan
palsu. Zulkarnaen, yang sudah tahu bahwa Yew dan Tan pagi itu hendak berangkat
ke Bima, segera ke Bandara Selaparang untuk mencegat mereka. Di bandara,
Zulkarnaen menghubungi staf cabang PT Senggigi, yang lalu mengontak Bintoro
dan polisi.
Maka, ketika Yew dan Tan tiba di Bandara Selaparang, petugas keamanan, yang
telah menunggu mereka, menggelandang kedua pengedar dolar palsu itu ke kantor
polisi. Dari tangan Yew dan Tan, polisi berhasil mendapatkan barang bukti
berupa sekantong plastik dolar palsu dan alat pengetes uang belum ketahuan
digunakan untuk apa.
Sepintas, dolar palsu yang ditukarkan Yew dan Tan mirip dengan aslinya. Maka,
ketika dolar palsu yang ditukarkan di BRI Bima dites di BRI Mataram, uang itu
masih lolos. Uang tersebut baru ketahuan palsu sewaktu diperiksa di Bank
Indonesia Mataram. Di mana sumber uang palsu itu? Yew dan Tan mengaku
mendapatkannya dari seorang Taiwan yang mereka jumpai di Batam. Polisi sudah
melacak jaringan peredaran dolar palsu itu ke sana.
Ardian T. Gesuri


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data