Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 08/XXIII/24 - 30 April 1993
   
Bisnis Sepekan

Coke dan bonus seumur hidup

Coca cola gencar melakukan promosi akibat omset penjualannya merosot. pemenang akan memperoleh bonus seumur hidup rp 50.000,- per minggu. di luar teh dan air mineral, coca cola tetap unggul di pangsa pasar.

IMING-iming hadiah yang ditawarkan Coke alias Coca-Cola bukanlah rumah atau
mobil seperti dilakukan banyak perusahaan lain.
Promosi Coca-Cola yang diluncurkan hingga akhir Juni nanti menawarkan uang
seumur hidup sebagai hadiah utama. Pemenangnya akan mendapatkan Rp 50.000 per
minggu untuk seumur hidup. Promosi gencar itu agaknya tak luput dari kelesuan
bisnis yang menggayuti dunia usaha di Indonesia dua tahun terakhir ini.
''Tahun lalu keuntungan kami tak sampai dua digit,'' kata Jannus Hutapea,
kepala humas PT Coca-Cola Indonesia. Ini cukup memukul Coke, yang sebelumnya
meraih kenaikan laba 1015%. Menurut Jannus, bagi industri minuman yang harus
membayar pajak barang mewah 20%, kondisi itu menyulitkan. Inilah alasan utama
Coca-Cola meluncurkan promosi senilai Rp 400 juta itu ke Jawa, Bali, dan
Lampung. Upaya ini pernah dicoba di Jakarta dua tahun lalu, dan berhasil
mendongkrak penjualan selama bulan promosi hingga 15%.
Coca-Cola sebenarnya tetap dalam posisi unggul. Untuk jenis minuman ringan
di luar teh dan air mineral Coca-Cola memimpin dengan 75% pangsa pasar. Jika
dibandingkan dengan air minum dalam botol (termasuk teh dan air mineral),
Coca-Cola masih menguasai 50% pangsanya. Dengan persentase itu, Coca-Cola
menjual 800 juta botol per tahun. Perhitungan ini didasarkan pada konsumsi
minuman ringan per kapita yang 6 botol/orang/tahun dan jumlah penduduk yang
185 juta itu.
Konsumsi per kapita yang kecil inilah yang masih akan digenjot Coca-Cola. Dan
Jannus mengakui, itu tak mudah. ''Di sini, kebiasaan minum minuman langsung
jadi belum membudaya,'' ujarnya. Bandingkan dengan di Singapura, yang per
tahunnya setiap orang rata-rata menenggak 175 botol, atau di Filipina: 270
botol.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data