Pindah jalur cari untung Kapal khusus penumpang, km maharani ekspres pindah jalur dari surabaya-banjarmasin ke tanjung pinang, batam, johor, singapura. alasannya, agar lebih untung. |
INILAH eksperimen bisnis kapal jenis catamaran berlunas ganda, dengan nama
yang berbau komersial: KM Maharani Ekpsres. Kapal buatan Swedia tahun 1991 itu
disewa PT Pelni dari PT Pelayaran Intilintas Tirtanusantara Jakarta, sekitar
Rp 15 juta sehari. Jalurnya Surabaya-Banjarmasin pp, dan khusus mengangkut
penumpang.
Pelayaran perdana dari Banjarmasin dilakukan 17 Januari lalu. Tapi, ketika
berangkat dari Pelabuhan Tanjungperak (Surabaya) menuju Banjarmasin pada 21
Januari lalu, Maharani Ekspres dihantam ombak besar setinggi empat meter.
Kapal ini sempat oleng. Maka Nakhoda Tjahjo Widono memutuskan untuk kembali ke
Tanjungperak.
Keesokan harinya, 22 Januari, Direktur Usaha Pelni, Drs. Arifuddin, M.B.A.,
mengirim teleks ke Pelni Surabaya dan Banjarmasin, agar jalur Maharani Ekspres
dipindahkan ke trayek Tanjungpinang, Batam, Johor, Singapura. Menurut sumber
TEMPO di Pelni Banjarmasin, pengalihan operasi itu bukan lantaran kapalnya tak
mampu menembus ombak Laut Jawa, ''Tapi lebih karena pertimbangan bisnis,''
katanya. Trayek Banjarmasin-Surabaya sebenarnya tidak feasible alias merugi.
Perhitungannya, kalau jalur Banjarmasin-Surabaya pp selalu penuh penumpang (2
x 400 orang), pendapatannya dari tiket Rp 56 juta (dengan harga tiket kelas I
Rp 75 ribu dan kelas II Rp 65 ribu). Padahal ongkos operasi untuk menempuh
jalur itu menelan Rp 74 juta. Itu pun kalau kecepatan bisa konsisten, sehingga
jarak kedua tempat itu pulang pergi bisa ditempuh dalam dua hari.
|