Bandar baru pelabuhanratu Kini di pelabuhan ratu telah dibangun pelabuhan ikan dengan fasilitas berupa tempat pelelangan ikan, pasar ikan, bangsal perbaikan jala dan tempat pengisian bahan bakar. |
PELABUHANRATU kini bukan lagi sekadar pantai yang sepi, Hotel Samudra Beach
yang sedikit angker, dan resor turis yang tak laku dijual. Sekarang di kawasan
itu bertengger sebuah pelabuhan ikan, yang menampung hasil laut dari seantero
kawasan Jawa Barat.
Oleh Ditjen Perikanan Departemen Perikanan, di situ dibangun berbagai
fasilitas berupa tempat pelelangan ikan, pasar ikan, bangsal perbaikan jala,
dan lokasi pengisian bahan bakar. Juga ada 72 unit rumah untuk pegawai
pengelola pelabuhan. Seluruh fasilitas sudah rampung akhir Desember 1992 oleh
PT Pembangunan Perumahan, dan proyek ini kabarnya akan diresmikan oleh Menteri
Pertanian Wardoyo, Februari depan.
Menelan ongkos Rp 13,2 milyar, 70% dari biaya itu merupakan bantuan Islamic
Bank Arab Saudi, dan sisanya diperoleh dari APBN. Fasilitas pelabuhan ikan
yang lebih modern memang diperlukan oleh nelayan di sana. Setiap hari nelayan
berhasil mengumpulkan 70 sampai 150 ton ikan, kebanyakan terdiri dari ikan
tuna dan kakap.
Kepala Urusan Umum Proyek Pembangunan Pelabuhan Perikanan Pelabuhanratu, Ir.
Yul Ari, mengatakan bahwa Pemerintah memang bertujuan meningkatkan hasil
produksi nelayan Pelabuhanratu dan sekitarnya. Mungkin, dengan fasilitas serba
baru, manajemen dan mekanisme kerjanya lebih lancar dan efisien, hingga hasil
laut para nelayan tak sampai jatuh harga kalau dijual di TPI (tempat
pelelangan ikan).
|