Energi buat taiwan Taiwan meningkatkan impor batu bara, minyak mentah dan lng dari indonesia. harga belum dipatok, karena akan berpatisipasi dalam eksplorasi minyak, membantu pembangunan kilang minyak dan plta. |
TAIWAN boleh membanggakan diri sebagai New Industrial Country (NIC) yang
sukses. Kendati demikian, untuk urusan sumber pembangkit energi masih
mengandalkan Indonesia. Menteri Ekonomi Taiwan, Vincent Siew, akhir Desember
silam menyempatkan diri ke Jakarta, untuk menegaskan rencana meningkatkan
impor batu bara, minyak mentah, dan LNG dari Indonesia. Perjalanan tersebut
rupanya membuahkan hasil yang menggembirakan.
Indonesia secara prinsipiil sudah menyetujui permintaan Taiwan untuk
meningkatkan ekspor minyak mentah ke sana menjadi 200 ribu barel per hari
(dari sebelumnya sekitar 50 ribu barel per hari). Jumlah LNG yang sejak
beberapa tahun ini sudah dibeli Taiwan (1,5 juta ton per tahun) juga akan
ditambah dengan 750.000 ton, hingga seluruhnya menjadi 2.250.000 ton. Karena
kebutuhan batu bara di negeri itu juga meningkat, impor dari sini yang sudah
mencapai 2,6 juta ton setahun minta ditambah sekitar 450 ribu ton lagi.
Jadwal pengapalan bahanbahan pembangkit energi itu sampai kini belum
ditentukan kapan dimulai. Harganya pun belum dipatok, berdasarkan harga pasar
internasional sekarang ataukah ada kompensasi khusus. Soalnya, dalam
persetujuan tersebut juga disebutkan bahwa sebagai imbalan dari disetujuinya
peningkatan pasok bahan pembangkit energi itu Taiwan akan berpartisipasi dalam
eksplorasi minyak bersama di kawasan Sumatera. Plus membantu Indonesia dalam
pembangunan sebuah kilang minyak dan pusat pembangkit listrik tenaga air
(hydroelectric power plant).
|