Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 44/XXII/02 - 8 Januari 1993
   
Kolom Pembaca

Jasa marga, tolong pikirkan

Setiap hari saya selalu menggunakan ruas jalan tol Cikampek, mulai dari
pintu Bekasi Barat sampai Semanggi.
Saat ini ruas jalan tol HalimwSemanggi dapat dikatakan lumayan, itu setelah
adanya penambahan lajur ketiga. Sayangnya, kelancaran pada ruas tol
Halimw Semanggi menjadi tak berarti karena kemacetan pada ruas pintu Pondokgede
Timur sampai pintu Halim, yang setiap hari semakin parah dan tidak terkendali.
Saya yakin, pada jamjam sibuk, iVC ratior pada ruas jalan itu sudah mendekati
angka satu atau mungkin lebih dari satu. Maka, dengan iVC ratior yang sudah
tinggi itu, jika terjadi suatu hambatan pada ruas jalan tersebut, langsung
akan terjadi kemacetan, bahkan macet total. Berdasarkan pengamatan dan
kenyataan yang terjadi selama ini, sumber kemacetan tampaknya banyak
disebabkan oleh truk-truk dengan muatan melebihi kapasitas angkut yang
mengalami ban pecah. Ditambah ulah sementara ''pengendara pemula'' yang
mengemudikan kendaraannya dengan santai dan merayap di lajur paling kanan
tanpa mempedulikan antrean panjang di belakangnya.
Untuk itu, saya menyarankan kepada Jasa Marga sebagai berikut:
Saya harapkan para petugas Jasa Marga bersama aparat kepolisian harus lebih
cermat dan konsisten dalam mengamankan para pengguna jalan tol, yaitu dengan
melakukan pemeriksaan secara seksama setiap truk yang kelebihan muatan
(khususnya truk pasir) yang akan menggunakan ruas jalan tol tersebut.
Atau, jika Jasa Marga mau mengurangi sedikit pendapatannya, disarankan agar
melarang segala jenis truk dengan tonase tertentu untuk tidak melewati ruas
jalan tol tersebut mulai pukul 06.00 sampai pukul 10.00.
Atau pihak Jasa Marga segera merealisasikan peningkatan kapasitas jalan
dengan membuat lajur ketiga pada ruas jalan tol tersebut, sehingga dengan
demikian VC ratio akan menjadi lebih kecil dari satu. Terima kasih.
IR. B. SOERYO GOERITNO Bekasi Selatan 17148 Jawa Barat


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data