Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 43/XXII/26 Desember - 01 Januari 1993
   
Nasional

Tewasnya keuchik umar

Tiga pengikut hasan tiro tewas tertembak. selama ini, konon mereka bersembunyi di hutan.

IA sudah tua. Usianya sudah 70 tahun. Tapi ia masih gesit menggunakan
senjata, dan mampu berkeliaran di hutan-hutan. Begitulah Asisten Intel Kodam
Bukit Barisan Kolonel Soetrisno melukiskan profil Keuchik Umar, yang tewas
dalam baku tembak selama 30 menit dengan pasukan ABRI, di pedalaman Pidie,
Aceh, Rabu pekan lalu.

Oleh Kolonel Soetrisno, Keuchik disebut sebagai tokoh penting gerombolan
pengacau keamanan (GPK) Aceh Merdeka. Kelompok yang dipimpin Hasan Tiro ini
menginginkan Aceh menjadi negara sendiri. Dalam gerakannya, mereka meneror
transmigran atau menyerang pos keamanan terpencil, dan melakukan perampokan.

Kabar tertembaknya Keuchik diungkapkan Soetrisno -- atas nama Pangdam Mayor
Jenderal R. Pramono -- kepada pers di Medan, Kamis pekan lalu. Selain Keuchik,
dua pengawal setianya tewas pula tertembak. Keduanya berusia setengah baya:
Mantri Hamid Ibrahim dan Teungku Abubakar. Ikut disita dua pucuk senjata api
jenis ruger mini, dan entah kenapa di situ ada pula satu kilogram ganja.

Keuchik Umar, menurut sumber Kodam itu, adalah orang kepercayaan Hasan Tiro,
tokoh puncak Aceh Merdeka yang kini bermukim di Swedia. Tiro menunjuk Umar
sebagai wakilnya di daratan Aceh, dengan tugas menyebarluaskan ide separatisme
di Aceh. Dalam catatan ABRI, Keuchik sudah aktif dalam pemberontakan DI-TII
sejak 1953. Ia juga ikut memproklamasikan Aceh Merdeka, 4 Desember 1976.

Sebenarnya, Keuchik sudah lama diburu ABRI, tapi ia selalu selamat karena
bersembunyi di hutan lebat di pedalaman. Sampai kemudian ABRI berhasil
menangkap Maksum, salah seorang pengikutnya, di Desa Theupin Raya, Pidie, 13
Desember lalu. Dari mulut Maksum inilah persembunyian Keuchik dapat diendus.

Menurut sumber ABRI tadi, ketika dikepung, Keuchik melepaskan tembakan. Tak
ayal, kontak senjata pun berlangsung. Sebelumnya, Yusuf Ali, yang menurut
aparat keamanan menjabat panglima GPK, juga mati tertembak dalam sebuah kontak
senjata dengan ABRI, tahun lalu. Kodam setempat memperkirakan, sisa kekuatan
pengikut Hasan Tiro ini relatif sudah berantakan.

Bersihar Lubis dan Sarluhut Napitupulu


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data