Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 38/XXII/21 - 27 November 1992
   
Kolom

Kemasan CN 235: Beberapa Catatan

Komentar laput Tempo tentang musibah cn-235. Tempo sebaiknya menjelaskan tentang uji apa saja yang dilakukan iptn, prosedur pemeliharaan reguler, dan sertifikasi komplet dari faa.

Anda bakal memperoleh sesuatu bila setelah membaca Laporan Utama tentang
musibah "Gatotkaca" CN-235 lalu lari ke "kemasannya" Mas Goenawan Mohamad
(TEMPO, 31 Oktober 1992 Catatan Pinggir). Pro-kontra penyebab pokok sehingga
terjadi musibah Merpati Mz-5601 dikemas sedemikian rupa oleh TEMPO sehingga
enak dibaca dan perlu, "mirip" Madona.

Yang TEMPO lupa, karena itu saya nilai kurang fair, adalah tidak adanya
jabaran enak tentang uji apa saja yang dilakukan di IPTN, atau di pabrik
pesawat mana saja, sehingga kemungkinan mechanical faults, instrument
malfunction, bahkan vibrasi yang kelewatan di atas kecepatan tertentu pada
mesin dan strukturnya memang amat kecil.

"Keyakinan teknis" itulah yang saya duga memdominasi pikiran Dirut IPTN
Habibie, sehingga reaksinya memojokkan mendiang Fierda. Juga, memang betul:
apa bedanya bila yang di tes terbang oleh Rapolewski itu adalah CN-235 buatan
Cassa Spanyol?

Setahu saya, IPTN meng-excerpt peranti keras dan lunaknya pabrik-pabrik
pesawat terbang yang telah kondang, bahkan UMC milik IPTN menanam modal yang
tidak kecil untuk bisa menjadi certified repairshop komponen turbin dari suatu
pabrik tertentu, agar bisa memangsa pasar reparasi domestik. Ini halal, dan
pintar.

Kedua, patut pula dikupas oleh TEMPO apakah prosedur pemeliharaan reguler,
bahkan functiontest untuk kelaikan terbang, dilakukan dengan akurat. Sudah
menjadi rahasia umum bahwa kita pandai membangun (baca: membeli) tapi semrawut
dalam hal pemeliharaannya dan kurang paham iptek apa yang tersembunyi di
sebaliknya, yang mustinya dicerna baik-baik.

Ketiga, layak dipertanyakan apakah pihak pengguna (MNA) melaporkan dengan
data detail yang relevan bahwa mesinnya suka ngadat, flaps tidak prima
kerjanya, dan seterusnya. Bukankah seminar-seminar manajemen yang bagai jamur
muncul tanpa pandang musim itu bilang bahwa customer juga termasuk mata
rantai penting dalam quality assurance/improvement?

Keempat, tentang sertifikasi komplet dari FAA, saya kira kita cukup mafhum
bahwa kemungkinan terlibatnya unsur stereotip dan politik dagang tidaklah
kecil. Hal ini tentu berkait juga dengan keseretan menjual produk IPTN, yang
jauh berbeda dengan "kenikmatan" membabat hutan dan melego kayunya, atau
mengeksploitasi kekayaan alam tanpa menggubris manfaat jangka panjang apa yang
harus ditabung. Sangat boleh jadi, layanan purnajual pihak IPTN payah. Sebagai
pembeli dan operator, kebanyakan kita juga suka payah. Yang saya khawatirkan,
hal ini erat berkait dengan kultur kita yang bisa makin mengalir ke titik tak
mampu membedakan antara isinya.

QURAISY Arun LNG Site Lhokseumawe Aceh


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data